INOVASI PROGRAM KURSUS PROFESIONAL TERPADU
BERBASIS DUNIA USAHA DAN DUNIA INDUSTRI
BAB I .
PENDAHULUAN
A.LATAR BELAKANG.
Ilmu pengetahuan dan tehnologi ( Iptek ) semakin tumbuh dan perkembang dengan pesat akibat pengaruh globalisasi . Dimana pengaruh globalisai sudah merambah kesegala segmen kehidupan manusia yang terimbas kemajuan zaman tehnologi semakin canggih. Iptek diciptakan untuk membantu manusia didalam segala hal yang berfungsi mempermudah dan mempercepat didalam pemrosesan maupun pengaksesan sebuah system,seperti fungsi komunikasi telepon genggam, Internet serta penggunaan computer yang sangat efektif dan efisien dipergunakan didunia usaha dan dunia industry saat ini.Oleh karena itu sangat diperlukan Sumber Daya Manusia ( SDM ) professional yang memiliki kemampuan untuk dapat mengikuti perkembangan Iptek. Kebutuhan dunia usaha dan dunia industry akan SDM sangat tinggi khususnya SDM yang professional,berkualitas dan berdaya guna.Untuk menjawab tantangan didunia usaha dan dunia industry maka SDM harus membekali diri dengan Iptek .Agar SDM memiliki pengetahuan dan ketrampilan ( skill ) dibidangnya, maka harus mengikuti pembelajaran dan pelatihan yang kompetensinya sesuai dengan tuntutan dunia usaha dan dunia industri . Pembelajaran dan pelatihan seperti apa yang sebaiknya diikuti oleh SDM untuk dapat bersaing memperebutkan posisi yang dibutuhkan di dunia usaha dan dunia industri?. Sungguh sangat ketat sekali persaingan bagi SDM pencari kerja dengan keterbatasan lowongan kerja ,maka hanya SDM professional yang memiliki kualitas lebih bisa mendapatkan kesempatan itu.
C. IDENTIFIKASI PROBLEMATIKA.
Sumber Daya Manusia khususnya lulusan ( alumni ) tingkat SLTA kurang berkualitas dan berdaya guna karena ilmu pengetahuan yang didapat disekolah sangat terbatas. Sedang data lulusan SLTA Indonesia tiap tahun bertambah dan tidak semuanya bisa melanjutkan kuliah karena kendala kemampuan ekonomi keluarga tidak mendukung. Rata-rata biaya kuliah di Indonesia masih sangat tinggi dibanding dengan kemampuan rata-rata tingkat perekonomian masyarakat Indonesia.Apalagi semenjak otonomi daerah dan otonomi campus yang biayanya persemester 700 .000 s/d 3.000.000 juta sehingga membutuhkan biaya 50 jutaan dengan buku dan sebagainya untuk lulus Sarjana S1.. Berikut data siswa yang ikut UN tahun 2010 sebanyak 3.522.162 siswa, Data siswa yang lulus UN sebanyak 89,88 %, sedangkan data siswa yang tidak lulus UN sebanyak 10,12 % ( lihat penjelasan terlampir ).
Problematika yang dihadapi lulusan SLTA adalah sebagai berikut :
1. Tidak memiliki pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan di dunia usaha dan industry.
2. Tidak siap pakai sebagai SDM didalam dunia kerja.
3. Tidak memiliki biaya untuk melanjutkan kejenjang berikutnya
D. PERUMUSAN PROBLEMATIKA.
Dari kendala-kendala yang dihadapi oleh lulusan ( alumni ) tingkat SLTA tersebut maka dapat dirumuskan sebagai berikut :
1. Dibutuhkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industry .
2. Menyiapkan diri agar menjadi SDM yang professional dengan meningkatkan kualitas diri.
3. Memiliki kemauan untuk maju dengan menambah ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai,tepat dan cepat serta biaya relative murah ,untuk memasuki persaingan menghadapi dunia kerja saat ini.
E. TUJUAN.
1.Membekali lulusan ( alumni ) tingkat SLTA dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industry saat ini, yaitu mengikuti Program Kursus Profesional Terpadu.
2.Menyiapkan peserta sebagai SDM yang siap pakai di dunia pekerjaan dengan kemampuan skill yang dimilikinya, setelah selesai mengikuti program tersebut diatas.
3.Biaya relative murah antara 2 – 3 juta untuk kondisi di Lampung, sudah satu paket program tersebut diatas.
Dengan program kursus professional terpadu ini lulusan tingkat SLTA akan mendapatkan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang terpadu didalam sebuah kurikulum dengan pembelajaran membutuhkan waktu yang singkat ,tepat dan biaya relative murah.
F. MANFAAT.
Program Kursus Profesional Terpadu adalah sebuah program kursus pendidikan dan pelatihan yang jenis kompetensi secara professional dikemas dalam bentuk terpadu dengan materi belajarnya terdiri dari beberapa bidang ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang akan dikuasai oleh para peserta .Program kursus professional terpadu ini untuk menyiapkan peserta ( lulusan SLTA ) menjadi SDM yang terampil dengan kompetensi sesuai program tersebut.setelah mengikuti program kursus ini setiap peserta akan mendapatkan beberapa sertifikat sekaligus. Sertifikat tersebut akan menjadi lampiran berkas untuk mengisi lowongan kerja sehingga akan menjadi nilai tambah bagi SDM lulusan SLTA.
Prospek lulusan Program Kursus Profesional Terpadu dapat mengisi lowongan kerja berbagai bidang keahlian yaitu : Sekretaris, Costumer Service Officer, Accounting, Public Relation ( kehumasan ), staff administrasi, Marketing dan sebagainya.
BAB II.
KAJIAN TEORI
A.PENGERTIAN.
Sebagai permulaan Karya Tulis ini dan untuk memudahkan pengertian dan persamaan persepsi dalam identifikasi teori dan pembahasan selanjutnya. Berikut akan diuraikan mengertian berbagai termonologi yang dipergunakan :.
1. Pengertian Inovasi Program Kursus Profesional Terpadu.
Adalah sebuah inovasi ( pengembangan ) program kursus yang berisisi beberapa materi ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang dipadu dalam sebuah program belajar untuk mendidik peserta agar dapat menguasai beberapa bidang ilmu pengetahuan dan ketrampilan secara paket dengan waktu belajar yang mencukupi, Dengan kurikulum yang dibuat simple,padat dan tepat sehingga peserta setelah mengikuti program kursus ini akan menjadi SDM yang professional siap pakai di dunia usaha dan dunia industry ( Nurdin Hidayat , 2011 ).
2. Pengertian Berbasis Dunia Usaha dan Dunia Industri.
Adalah kegiatan belajar yang materi ajar ( kurikulum ) dibuat berdasarkan kebutuhan yang berhubungan ( relevan ) dengan kegiatan usaha secara perseorangan maupun kelompok dalam suatu Institusi yang membutuhkan SDM dalam rangka mencapai tujuan ( H.Malayu S.P.Hasibuan, 2001 )
Serta berorientasi pada kebutuhan dasar keilmuan dan ketrampilan yang menunjang kegiatan didalam sebuah industry.
3. Pengertian Metode Pembelajaran adalah suatu metode yang dibuat untuk kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan yang dimaksud
( Cevi Cahyana , 2011 ).
4. Pengertian efektifitas pembelajaran adalah proses pembelajaran yang efektif untuk mencapai tujuan dengan mengenali peserta didik ( Jaenuddin Akhmad, 2011 ).Dengan mengetahui sifat kepribadian , type kecerdasan , gaya belajar dan penggunaan otak kanan atau kiri, maka akan dapat diketahui metode pembelajaran seperti apa yang akan dilakukan oleh seorang instruktur.
5. Pada abad 21 ini arus informasi mengalir begitu deras lebih cepat dari pada proses belajar manusia, maka diperlukan metode pembelajaran yang cepat (Rose,Colin dan Malcolm JmNichol, 2003 )
B.PENGAMATAN.
Melihat kondisi lapangan pekerjaan selama ini khususnya pembukaan lowongan pekerjaaan yang dilakukan diberbagai institusi sebagaian besar tidak banyak memberi peluang bagi SDM lulusan SLTA . Karena beranggapan ( mendekati kebenaran ) bahwa lulusan SLTA tidak siap pakai kerja terkecuali ada sebagian SMK Tehnik yang memiliki penjurusan yang lebih spesifik bidang ilmu dan ketrampilannya,sehingga masih memiliki kesempatan kerja diperusahaan maupun industry berskala besar.Itupun ilmu pengetahuan dan ketrampilannya hanya berorientasi pada pekerjaan lapangan seperti bagian produksi,perakitan dan sebagainya.Untuk lulusan tingkat SLTA tidak mampu bersaing didalam rekrutmen SDM pada posisi didalam kantor seperti bagian administrsi, desain,sekretaris, humas, akunting dan sebagainya karena keterbatasan ilmu pengetahuan yang diperoleh di sekolah masih bersifat materi mata pelajaran yang berlaku umum disekolah-sekolah
Education Index di Indonesia masih dibawah Negara-negara Asia Tenggara ( lihat table terlampir ). Mayoritas bagi yang tidak mampu kuliah akan memasuki dunia kerja dengan bekal seadanya. Tingkat pengangguran terbuka menurut pendidikan pada Februari 2010 mencapai 8,59 juta orang atau 7,41 persen dari total angkatan kerja ( lihat berita resmi statistic dari Badan Pusat Statistik terlampir ).
C.HIPOTESIS .
Sangat dibutuhkan inovasi program kursus yang relevansinya akurat sesuai kebutuhaan di dunia usaha dan dunia industry saat ini.Program kursus Profesional terpadu sangat tepat dibutuhkan oleh lulusan SLTA untuk menghadapi persaingan di dunia kesempatan kerja. Sebab saat ini banyak institusi khususnya institusi non negeri lebih baik mencari SDM trampil dari pada yang bergelar kesarjanaan untuk level non manajerial.Karena perhitungan efisiensi keuangan yang harus dikeluarkan oleh Institusi tersebut , lebih murah biaya yang harus dikeluarkan untuk gaji lulusan SLTA trampil dari pada lulusan sarjana . Jadi program kursus professional terpadu ini sangat dibutuhkan agar mampu menghadapi tantangan masa depan yang lebih baik.
BAB III.
PEMBAHASAN
A.MATERI PROGRAM
Program kursus professional terpadu adalah inovasi program kursus yang disusun untuk memenuhi kebutuhan peserta yang ingin memiliki kompetensi yang terpadu untuk dapat memasuki dunia kerja di sektor usaha bisnis dan industry. Adapun jenis kompetensi secara professional yang dikemas dalam bentuk terpadu adalah meliputi bidang ilmu pengetahuan dan ketrampilan sebagai beriukut :
1. Profesional Secretary ( Kesekretarisan ).
2. Profesional Public Relation ( Kehumasan ).
3. Profesional Computerized Accounting ( Komputer akuntansi )
4. Profesional Office Administration ( Administrasi Perkantoran )
5. Profesional General Computer ( Komputer umum )
6. Profesional Marketing Business ( Bisnis Pemasaran ).
· Materi tambahan : Building Motivation ( Membangun motivasi ) dan Strategi Interview serta Strategi Melamar Pekerjaan.
1.1.Materi Professional Secretary.
Terangkum didalam Satuan Acara Pengajaran ( SAP ) yang menjelaskan tentang Tujuan Instruksional Umum ( TIU ) dan Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) serta Pokok bahasan dan Sub Pokok Bahasan dengan menggunakan metode pengajaran ( lihat lampiran ).
Terdiri dari beberapa materi ilmu pengetahuan dan pelatihan bidang :
a.Personality Development ( Pengembangan Kepribadian ).
Materi pengetahuan tentang :
· Kepribadian seperti sifat , gaya ( life style ),karakter dan watak kepribadian personal
· Menyiasati perbedaan sehingga tidak menjadi kendala dalam mencapai tujuan.
· Menggali potensi diri untuk tampil percaya diri.
b. Office Management ( Manajemen Perkantoran ).
Materi pengetahuan tentang :
· Pengertian manajemen perkantoran.
· Ruang lingkup manajemen perkantoran.
· Pengertian tentang organisasi.
· Pengertian dan tugas-tugas sekretaris.
c.Secretarial Knowledge ( Pengetahuan tentang kesekretarisan ).
Materi pengetahuan tentang :
· Efisiensi & efektifitas kerja sekretaris.
· Profesional kerja sekretaris.
· Hubungan keharmonisan sekretaris dengan Pimpinan.
· Pengertian etika dan etiket.
· Penampilan & komunikasi sekretaris.
d.Filing Knowledge ( Pengetahuan tentang pengarsipan ).
Materi pengetahuan tentang :
· Pengertian record, dokumentasi dan arsip.
· Subject filing system .
· Kronologi filing system
e.Business Correspondence ( Koresponden bisnis ).
Materi pengetahuan tentang :
· Pengertian surat menyurat.
· Guna surat.
· Syarat-syarat membuat surat.
· Surat perkenalan .
· Surat penawaran.
· Surat pengiriman pesanan & balasan.
· Surat tanda bukti.
· Dan sebagainya.
f. Secretary Practice ( Praktek Kesekretarisan ).
Praktek sebagai sekretaris seperti sebenarnya walaupun dilakukan didalam kelas dengan uji praktek seperti cara komunikasi dengan pimpinan, cara membuat dan menyampaikan schedule acara pimpinan, cara membuat surat penawaran dan sebagainya sesuai materi tersebut diatas.
2.1.Materi Public Relation.
Terangkum didalam Satuan Acara Pengajaran ( SAP ) yang menjelaskan tentang Tujuan Instruksional Umum ( TIU ) dan Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) serta Pokok bahasan dan Sub Pokok Bahasan dengan menggunakan metode pengajaran ( lihat lampiran ).
Terdiri dari beberapa materi ilmu pengetahuan dan pelatihan bidang:
a.Communication Skill ( Keahlian berkomunikasi )
Materi pengetahuan tentang :
· Public Communication ( Komunikasi masa ).
· MC dan Protokoler.
· Marketing Communication ( Komunikasi Pemasaran )
b.Receptionist & Telephone Handling ( Penangan Tamu & Telepon )
Materi pengetahuan tentang :
· Receptionist ( Penerimaan Tamu ).
· Incoming Call Service ( Pelayanan penerimaan telepon masuk ).
· Outgoing Call Service ( Pelayanan telepon keluar ).
· Pencatatan data telepon masuk dan keluar.
c. Public Relation Practice ( Praktek Kehumasan ).
Materi praktek : Bagaimana cara menerima telepon masuk, telepon keluar, menerima tamu dan member penjelasan dan sebagainya.
3.1.Materi Computerized Accounting.
Terangkum didalam Satuan Acara Pengajaran ( SAP ) yang menjelaskan tentang Tujuan Instruksional Umum ( TIU ) dan Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) serta Pokok bahasan dan Sub Pokok Bahasan dengan menggunakan metode pengajaran ( lihat lampiran ).
Terdiri dari beberapa materi ilmu pengetahuan dan pelatihan bidang :
a. Accounting Principle ( Memahami dasar akuntansi secara benar ).
Materi tentang :
· Cara kerja akuntansi.
b. The Recording Process ( Proses Pengkodean Data ).
Materi tentang :
· Cara memberi kode-kode buku/lembaran kas masuk/keluar dll.
c. Cost Accounting (Mempelajari tehnik dan cara menghitung biaya ).
Materi tentang :
· Cara menghitung biaya – biaya dan memasukan biaya-biaya kedalam buku kas.
d. Completion of The Accounting ( Siklus Akuntansi ).
Materi tentang :
· Siklus keuangan masuk dan keluar .
e. Accounting Practice ( Praktek akuntansi)
Materi praktek :
Praktek akuntansi atas siklus akuntansi dari mempelajari dokumen transaksi sampai dengan pelaporan keuangan termasuk pemahaman kode rekening.
4.1. Materi Office Administration.
Terangkum didalam Satuan Acara Pengajaran ( SAP ) yang menjelaskan tentang Tujuan Instruksional Umum ( TIU ) dan Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) serta Pokok bahasan dan Sub Pokok Bahasan dengan menggunakan metode pengajaran ( lihat lampiran ).
Terdiri dari beberapa materi ilmu pengetahuan dan pelatihan bidang :
a. Office Management knowledge ( Pengetahuan managejemen kantor ).
Materi tentang :
· Pengertian manajemen perkantoran.
· Ruang lingkup manajemen perkantoran.
· Ruang lingkup office work.
b. Organization Structure For Office ( Struktur Organisasi Kantor ).
Materi tentang :
· Pengertian tentang organisasi Kantor.
· Struktur organisasi.
· Bagan organisasi dan fungsinya.
· Sentralisasi dan desentralisasi.
c. Office Communication System ( Sistem Komunikasi Kantor ).
Materi tentang :
· Pengertian system komunikasi di kantor.
· Jenis dan azaz komunikasi kantor.
· Sistem pelayanan kantor.
· Korespondensi & prosedur kantor.
· Penggadaan dan penyiapan dokumen.
· Sistem pelaporan kepada pimpinan.
d. Office Inventory ( Inventaris Kantor ).
Materi tentang :
· Pengertian tentang inventarisasi.
· Perancangan & penyusunan perabot , tata ruang dan tujuan.
· Pencatatan dan pemakaian barang – barang milik Kantor.
e. Data Managing System ( Sistem Pengolahan Data ).
Materi tentang :
· Pengertian data dan system pengolahannya.
· Fungsi pengolahan data.
· Macam-macam system pengolahan data.
5.1.General Komputer .
Terangkum didalam Satuan Acara Pengajaran ( SAP ) yang menjelaskan tentang Tujuan Instruksional Umum ( TIU ) dan Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) serta Pokok bahasan dan Sub Pokok Bahasan dengan menggunakan metode pengajaran ( lihat lampiran ).
Terdiri dari beberapa materi ilmu pengetahuan dan pelatihan bidang :
a. Computer Operational System ( Sistem Pengoperasian Komputer ).
Mampu menggunakan perangkat lunak Microsoft Windows Operating System .
b. MS.Office & Internet ( Windows,Words, Excel , Power Point & Internet ).
Mampu menggunakan perangkat lunak aplikasi Microsoft Office untuk membuat file dokumen, teks dan foto untuk diaplikasikan pada media publikasi dan presentasi sederhana dengan menggunakan Microsoft Windows, Microsoft Words, Microsoft Excel dan Microsoft Power point serta bisa membuat dan mengirim E-mail, down load, Face book, Twitter dll..
6.1.Marketing Bussiness.
Terangkum didalam Satuan Acara Pengajaran ( SAP ) yang menjelaskan tentang Tujuan Instruksional Umum ( TIU ) dan Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) serta Pokok bahasan dan Sub Pokok Bahasan dengan menggunakan metode pengajaran ( lihat lampiran ).
Terdiri dari beberapa materi ilmu pengetahuan dan pelatihan bidang :
a. Marketing Technical Approach ( Tehnik Pendekatan Pemasaran ).
Materi tentang :
· Pengertian tehnik pendekatan pemasaran.
· Langkah-langkah pendekatan customer atau konsumen.
b. Marketing Communication ( Komunikasi Pemasaran ).
Materi tentang :
· Pengertian komunikasi didalam pemasaran.
· Cara komunikasi efektif didalam pemasaran.
c. Marketing Bussiness System ( Sistem Bisnis Pemasaran).
Materi tentang :
· Pengertian tentang system bisnis pemasaran.
· Kiat – kiat didalam bisnis pemasaran.
Materi tambahan : Building Motivation, Strategi Interview dan Strategi Melamar kerja.
Terangkum didalam Satuan Acara Pengajaran ( SAP ) yang menjelaskan tentang Tujuan Instruksional Umum ( TIU ) dan Tujuan Instruksional Khusus ( TIK ) serta Pokok bahasan dan Sub Pokok Bahasan dengan menggunakan metode pengajaran ( lihat lampiran ).
a. Building Motivation ( Membangun motivasi ).
Materi tentang :
· Build to self motivation ( membangun motivasi diri )
· Build to Team Work Motivation ( membangun motivasi team work )
b. Strategi Interview.
Materi tentang :
· Cara berpakaian dan penampilan.
· Cara menjawab pertanyaan.
· Ketepatan menjawab pertanyaan.
· Menunjukan kemampuan diri.
c. Strategi Melamar kerja.
Materi tentang :
· Menyiasati lowongan kerja.
· Cara membuat lamaran kerja.
B.TARGET BELAJAR.
Program Kursus Profesional Terpadu ini dirancang untuk lulusan SLTA dengan target belajar yang cepat & tepat sesuai dengan keinginan peserta dan orang tua agar putra-putrinya cepat mendapatkan pekerjaan sehingga bisa meringankan beban bahkan dapat membantu saudaranya.
Program kursus professional terpadu ini dapat ditempuh dengan target belajar sesuai kemampuan dan kondisi keuangan orang tua, dengan pilihan-pilihan sebagai berikut :
1. Target Belajar selama 3 Bulan ( 72 sesi ).
Dengan jumlah pertemuan : 6 X Seminggu @ 120 menit.
Jadwal belajar : Senin s/d Sabtu ( Siang / Sore ).
2. Target belajar selama 6 Bulan ( 72 sesi ).
Dengan jumlah pertemuan : 3 X seminggu @ 120 menit.
Jadwal belajar : Senin – Rabu – Jumat atau Selasa – Kamis – Sabtu ( Siang/Sore ).
3. Target Belajar selama 9 Bulan ( 72 sesi ).
Dengan jumlah pertemuan : 2 X seminggu @ 120 menit.
Jadwal Belajar : Senin – Rabu / Selasa – Kamis / Rabu – Jumat / Kamis – Sabtu ( Siang/Sore ).
4. Tambahan pertemuan 3 sesi untuk pembekalan materi :
· Building motivasi ( 1 sesi @ 120 menit).
· Cara menyiasati lowongan kerja ( 1 sesi @ 120 menit ).
· Cara menghadapi interview ( 1 sesi @ 120 menit ).
Pengaturan jadwal belajar dan tambahan materi pembekalan dapat diatur sesuai permintaan dan kondisi kesiapan peserta dan lembaga pendidikan.
C.METODE PEMBELAJARAN.
Metode Pembelajaran adalah suatu metode yang dibuat untuk kegiatan belajar mengajar dalam rangka mencapai tujuan yang dimaksud . Metode pembelajaran ini seharusnya dibuat agar proses belajar mengajar lebih terarah sehingga mendapatkan hasil yang terbaik. Metode pembelajaran yang terangkum dalam konsepsi “The Power of Learning Fun Q Way Concept”dan “ The power of fast learning method “ yang akan kami jelaskan sebagai berikut :
1.THE POWER OF LEARNING FUN Q WAY CONCEPT.
Learning Fun Q Way adalah sebuah konsep pembelajaran cerdas, menyenangkan dan berkualitas dengan pendekatan Hipnoteaching dan Hipnolearning.
Adapun makna kata Learning Fun Q Way Concept yaitu :
- Learning = belajar menuju cerdas = Brain in Smart3 = IQ, EQ dan SQ
- IQ = Adalah kualitas kecerdasan otak siswa, EQ = Adalah kualitas emosional siswa,
- SQ = Adalah kualitas spiritual siswa.
Sistem pembelajaran ini bertujuan untuk mencetak siswa yang memiliki karakteristik Cerdas. Jenis kecerdasan yang dikembangkan adalah IQ, EQ dan SQ.
- Fun-Menyenangkan
Proses Kegiatan Belajar Mengajar di disampaikan dengan cara yang menyenangkan
- Qualified-Berkualitas,
Sarana dan prasarana pembelajaran memiliki kualitas yang terstandar
- Way-Cara
Cara yang digunakan dalam Kegiatan Belajar Mengajar menggunakan pendekatan Hipnoteaching dan Hipnolearning.
- Apa itu hipnoteaching dan hipnolearning.
- Hipnoteaching adalah sebuah cara mengajar yang dilakukan seorang guru sedemikian sehingga siswa terfocus untuk mengikuti proses belajar mengajar.
- Hipnolearning adalah sebuah cara belajar yang terfocus sehingga mudah untuk dipahami apa yang sedang dipelajari.
2. THE POWER OF FAST LEARNING METHOD.
Sebuah metode Pembelajaran yang terangkum dalam konsepsi “The Power of FAST Learning Method”. Disebut FLM (FAST Learning Method) adalah sebuah metode pembelajaran yang didesain untuk mengerjakan soal dengan tepat dan cepat serta mempercepat proses pemahaman belajar siswa. FLM mengajarkan sebuah metode pembelajaran dengan pendekatan Cara Menghitung Cepat, Cara Mempelajari Cepat dan Cara Menghafal Cepat.
Adapun makna kata FAST Learning Method yaitu :
- Fokus – Terarah
Target Kegiatan Belajar Mengajar diarahkan kepada cita-cita sukses belajar siswa
- Achievement – Pencapaian Tujuan
Siswa disadarkan untuk memiliki motivasi pencapaian belajar di setiap pertemuannya
- Strategy - Pendekatan Teknik Belajar
Teknik Kegiatan Belajar Mengajar disesuaikan dengan Gaya Belajar serta Potensi Natural Siswa dengan menggunakan pendekatan NLP (Neuro Linguistic Programming), MMC (Mind Mapping Concept), Accel (Accelerated Learning) dan Cool (Cooperative Learning)
- Trick – Trik
Pemahaman Materi dan Penyelesaian Soal, selalu mengoptimalkan penggunaan Otak Kiri untuk Menghitung Cepat, Otak Kanan untuk Menghafal Cepat dan Otak Tengah untuk Mempelajari dengan Cepat
D. SISTEM PEMBELAJARAN.
Konsep pembelajaran “The Power of Learning Fun Q Way Concept” dan metode pembelajaran “The Power of FAST Learning Method” membentuk sistem pembelajaran yang berorientasi kepada apa disebut dengan “Learning To Be Intelligent ( belajar untuk menjadi cerdas ).
Sistem Pembelajaran ini bertujuan untuk membentuk karakteristik siswa agar menjadi “Intelligent ”. Adapun makna kata “In-te-l-l-i-g-e-n-t ” yang melekat dalam diri seorang Siswa yaitu :
- Informative : Mampu menyampaikan ilmu yang diterima.
- Test of self achievment : Menguji prestasi diri
- Logic : Berfikir masuk akal dan sistematis
- Light in performance : Penampilannya selalu ceria
- Inovative : Mengembangkan pengetahuan dan teknologi
- Grow : Bisa berkembang
- Evaluation : Mengevaluasai diri
- Neat : Belajar dengan rapi dan tertib
- Talented : Berbakat dalam segala hal
E. TEHNIK PENDEKATAN PEMBELAJARAN.
Dalam rangka keberhasilan proses belajar mengajar maka diperlukan sebuah tehnik pendekatan pembelajaran yang fungsinya untuk mengetahui sifat kepribadian peserta,type kecerdasan peserta, gaya belajar peserta dan penggunaan otak kanan atau otak kiri peserta.Bila hal ini bisa diketahui maka akan optimal penyampaian materi pelajaran. Kenali diri peserta sebelum memulai proses pembelajaran agar lebih efektif penerimaan materi pelajaran oleh para peserta.
1. SIFAT KEPRIBADIAN PESERTA KURSUS .
Untuk mengetahui sifat kepribadian peserta maka perlu dilakukan test kepribadian.
Tes kepribadian akan mengetahui sifat-sifat kepribadian peserta agar instruktur bisa tepat dalam membimbing peserta dalam belajar .
Sifat-sifat kepribadian yang dimaksud adalah :
a.Dominan ( Leadership ).
Peserta yang dominan memiliki rasa tanggungjawab,disiplin,kompetitif inovatif,suka memerintah,suka tantangan .Peserta seperti ini sangat cocok menjadi pemimpin ( leader ) .
bSanguinis ( Influence ).
Peserta yang sanguinis memiliki sifat optimis,konfident,ingin tampil,pandai mempengaruhi,pintar bicara,dapat dipercaya. Peserta seperti ini sangat cocok menjadi humas sebaiknya bekerja bidang sales/marketing.
c.Plegnatis ( Steadiness ).
Peserta yang plegnatis memiliki sifat pendamai,penyabar,pendengar yang baik,tenang/stabil,kurang inovatif,mudah berteman. Peserta seperti ini sangat cocok menjadi staff administrasi sebaiknya bekerja bagian Costumer Service officer, receptionis.
d.Melankolis ( Complience ).
Peserta yang melankolis memiliki sifat analitis,teliti,diplomatis, tertutup (tidak mudah memberi informasi ). Peserta seperti ini sangat cocok dibagian bendahara sebaiknya bekerja dibidang keuangan .
2. TYPE KECERDASAN PESERTA KURSUS
Untuk mengetahui type kecerdasan peserta perlu dilakukan test kecerdasan atau disebut multiple intelligence test. Tujuannya untuk mengetahui type kecerdasan peserta yang terbagi menjadi beberapa kategori sebagai berikut :
1. Linguistik.
Peserta yang memiliki type linguistik sangat menyukai bahasa ( ahli bahasa ).
2. Matematika & Logika.
Peserta seperti ini sangat suka matematika dan penggunaan logika.
3. Visual dan Spasial.
Peserta seperti ini sangat gemar menggambar dan menyukai cara belajar dengan menggunakan visual.
4. Musik.
Peserta seperti ini sangat menyukai seni terutama seni musik .
5. Interpersonal.
Peserta seperti ini tidak suka bergaul, minder, tidak percaya diri.
6. Intrapersonal.
Peserta seperti ini sangat suka bergaul dan percaya diri.
7. Kinestetik.
Peserta seperti ini tidak betah diam, suka gerak ,suka olah raga .
8. Naturalis.
Peserta seperti ini sangat menyukai alam, suka kampping,hiking,travelling,kemah dll.
3.GAYA BELAJAR PESERTA KURSUS.
Untuk mengetahui gaya belajar peserta kursus perlu dilakukan test gaya belajar atau disebut dengan Learning Strength Test.Tujuannya untuk mengetahui gaya belajar masing-masing peserta agar instruktur dapat mengetahuinya sehingga penerapan pengajaran tepat sasaran. Gaya belajar dapat digolongkan menjadi 3 golongan sebagai berikut :
1. Gaya Belajar Visual.
Peserta yang memiliki gaya belajar visual dapat menerima/menangkap materi pelajaran bila guru menggunakan alat peraga ( visualisasi bentuk gambar-gambar , film, slide ,foto-foto ) dan tulisan guru harus rapi dan jelas dibaca.Sebaiknya peserta seperti ini duduk di depan agar bisa melihat jelas tulisan guru di whiteboard dengan menggunakan spidol berwarna minimal 3 warna.
2. Gaya belajar Auditori.
Peserta yang memiliki gaya belajar auditori dapat menerima/menangkap materi pelajaran bila suara guru keras, jelas dan tidak terlalu cepat karena peserta seperti ini lebih banyak menangkap pelajaran dengan pendengaran dan mudah menangkap apa yang dibicarakan guru. Peserta seperti ini bisa duduk dibelakang.
3. Gaya Belajar Kinestetik.
Peserta yang memiliki gaya belajar kinestetik dapat menerima/menangkap materi pelajaran dengan lebih banyak memperhatikan gerakan guru dari gerakan mulut berbicara, gerakan tangan menulis dipapan tulis serta gerakan-gerakan lain yang direkam oleh mata .Peserta seperti ini paling suka pelajaran praktek dari pada teori.
2. PENGGUNAAN OTAK KANAN ATAU OTAK KIRI.
Untuk mengetahui kondisi peserta kursus menggunakan otak kanan atau otak kirinya maka perlu dilakukan test yang disebut dengan Left and Right Brain Test. Tujuan agar instruktur bisa menyeimbangkan penggunaan otak kanan, otak kiri dan otak tengah agar belajarnya lebih pintar.
Saran untuk mengaktifkan otak kanan:
- Belajar menikmati waktu luang, mencoba bersantai.
- Bermainlah dengan tanah liat, coba rasakan asyiknya.
- Sesekali naiklah angkutan kota tanpa tujuan khusus, perhatikan sekeliling.
- Sisihkan waktu untuk 'merasakan' diri kamu, mengendurkan ketegangan
- Bacalah cerpen atau kisah-kisah lucu.
- Buatlah logo pribadi yang menggambarkan diri kamu.
- Perhatikanlah tanaman dan binatang yang ada di sekitar rumah kamu.
- Beranilah untuk mulai melakukan itu semua!
- Temukan berbagai cara lainnya untuk keluar dari rutinitas kamu sehari-hari.
Saran untuk mengaktifkan otak kiri:
1. Mencoba untuk menguasai salah satu program komputer lebih baik lagi dari hanya sekedar mengetik
2. Setelah menonton film favorit kamu, cobalah menulis satu tulisan tentang pendapat kamu atas film itu secara kritis.
3. Susunlah buku-buku koleksi kamu berdasarkan urutan jenisnya.
4. Usahakanlah tepat waktu sepanjang hari.
5. Bacalah setiap petunjuk penggunaan sebelum memakai suatu barang, atau merangkainya.
6. Jika menghadapi masalah, perhatikan aspek-aspek yang ada dan proses satu demi satu.
7. Catatlah pengeluaran pribadi kamu setiap hari.
8. Beranilah untuk mulai melakukan itu semua!
9. Temukan berbagai cara lainnya untuk membentuk sedikit keteraturan pada hidupmu.
Tips mengoptimalkan kerja otak:
1. Menghafal cepat.
Dapat dilakukan dengan mengkombinasikan alat indera (penglihatan (mata), bunyi (telinga), gerak (tangan dan kaki), bau (hidung), dan rasa (lidah) ) maka akan menciptakan memori kuat; membuat kesan pada sesuatu, memainkan emosi, menggunakan asosiasi dan imajinasi, mengulang (repetisi), membuat password.
2. Memahami bacaan dengan cepat.
Dapat dilakukan dengan membaca kata-kata penting (judul, sub judul, kata bercetak tebal, garis miring dan membuat peta pikiran), merenungkan bacaan, membaca kembali kata-kata penting, merenungkan kembali apa yang telah diperoleh, membaca bagian yang dianggap paling menarik.
3. Berhitung cepat.
Dapat dilakukan dengan metode penghitungan cara cepat dengan rumus-rumus yang mudah dipelajari dan dilakukan oleh siswa.
Cara cepat menghitung perkalian, cara cepat menghitung penjumlahan , cara cepat menghitung pembagian dll.
BAB IV.
PENUTUP
A.KESIMPULAN.
Ilmu pengetahuan penting dan ketrampilan lebih penting, maka manusia membutuhkan keduanya untuk dipadu menjadi kemampuan diri yang berkualitas.Bagi lulusan SLTA tentunya program kursus professional terpadu tersebut sangatlah penting.Sebab selain mendapatkan ilmu pengetahuan juga ketrampilan yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industry saat ini.Dengan materi pelajaran yang kompetensinya sesuai , apabila dikuasi oleh peserta kursus maka menjadi mungkin bisa bersaing didunia lowongan kerja.Apalagi metode pembelajaran yang dipergunakan akurasinya tepat sesuai dengan karakteristik dan kondisional peserta Target belajar yang tidak terlalu lama dengan biaya relative murah maka peserta sangat menginginkan dan menaruh harapan besar masa depan setelah mengikuti program kursus professional terpadu ini.Peserta akan lebih optimal bekerja sesuai dengan bakat & profesi yang ada didalam diri, yang sudah terbentuk semenjak lahir sebagi sifat dan karakter kepribadian yang masing-masaing memiliki keunggulan dan kekurangan.Manusia tidak ada yang sempurna tapi kesempurnaan dapat dieliminir melalui pelatihan ketrampilan yang dipelajari secara serius.
B.SARAN.
Program kursus professional terpadu bisa menjadi alternative pilihan bagi sumber daya manusia lulusan SLTA sederajat untuk bekal memasuki dunia kerja dengan persaingan yang semakin kompetitif maka diperlukan ilmu pengetahuan dan ketrampilan yang sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri saat ini.Keterbatasan jangan menjadi kendala utama untuk memperoleh kemampuan diri menjadi sosok yang qualified.Memotivasi diri untuk berkembang dapat mengikuti perkembangan arus informasi, ilmu pengetahuan dan tehnologi yang semakin pesat, maka hanya SDM yang berkualitas yang dapat bersaing didunia kerja saat ini.Dengan biaya relative murah dan waktu belajar relative singkat maka dapat menjadi solusi terbaik bagi masyarakat khususnya yang masyarakat yang ekonominya terbatas.Bagi SDM yang ingin terus belajar kejenjang lebih tinggi sudah bisa membiayai sendiri kuliahnya setelah diterima kerja.
DAFTAR PUSTAKA.
1. Beaver,Diana , Neuro Linguistic, Nusa media ,Jakarta 2008.
2. Buzan,Tony, Mind Mapping, Nusa Media Jakarta 2006.
3. Cevi Cahyana Chandra,Konsep Pembelajaran, LCC Pusat Jakarta,2011.
4. Cevi Cahyana Chandra, Mendidik Sepenuh Hati, LCC Pusat Jakarta 2011.
5. Clayton Alderfer , Existence,Relatedness and Growth Theory, Yale
University 1986.
5. Drs. Jaenudin Akhmad , SE,MM , Materi Training Program Pelatihan, LCC
Pusat Jakarta 2011.
6. Drs. Jaenudin Akhmad, SE,MM, Mengenal Peserta Didik Suatu Aplikasi, LCC Pusat Jakrta, 2011.
7. Drs. H.Malayu S.P.Hasibuan, Manajemen Dasar,Pengertian dan Masalah, edisi Revisi Bandung 2001
8. Hj. Ike Kusdyah Rachmawati,SE,MM, Manajemen Sumber Daya Manusia,Jakarta 2010
9. Hick,Herbert & G.Ray Gullet, Organisasi : Teori Tingkah Laku, Jakarta, 1987
10. M.Suyanto ,Smart In Entrepreneur ,Everyone can become a successful entrepreneur, Jogyakarta 2011.
11. Nurdin Hidayat, S.S ,Aplikasi Bisnis Dan Industri , LCC Pusat Jakarta, 2011.
12. Prof. Dr.Sondang P. Siagian.MPA, Sumber Daya Manusia , Jakarta 2010
13. Rose,Colin dan Malcolm JmNichol, Accelerated Learning For The 21 st Century, Nuasa Jakarta 2003.
14. Slavin,Andri , Cooperative Learning, Nusa media Jakarta 2009.
LAMPIRAN- LAMPIRAN.
1. Satuan Acara Pembelajaran ( SAP ).
2. Multiple Intelegence Test, Learning Strength Test & Left and Right Brain Test.
3. Membangun motivasi belajar siswa.
4. Education Index ( Sourse UNDP , Human Development Report 2010 ).
5. Student Performance ( Sourse Unesco ).
6. Data Siswa Lulus UN tahun 2010.
7. Berita Resmi Statistik ( Badan Pusat Statistik 2010 ).
8. Kenyataan Peserta Didik Kita.
9. Kekeliruan komunikasi.
10.Hindari 12 gaya popular & MKM.
11. Adanya ciri karakter generasi muda yang mengkhawatirkan.
12. Masalah kita
13. Yang dapat dipelajari.
14. Lingkungan strategis dunia pendidikan.
15 Faktor utama kualitas instruktur.
16. Instruktur Profesional.
17. Brilliant Instructor.
18.Sarana dan Prasarana
19. KBM & PBM.
20.Kata-kata Bijak.