METODE MEMBACA PQ4R
( Salah satu alternative pengajaran )
Oleh : YAN JEPE SANG EDUKASI
“ Sebenarnya bangsa Indonesia sama dengan bangsa lain yang pada dasarnya bukanlah bangsa yang tidak suka membaca ataupun terlalu suka membaca. Pada dasarnya kegemaran membaca itu harus dididik,harus ditanamkan sejak kanak-kanak.Kalau mereka tidak dibiasakan gemar membaca sejak dini, tidak dibiasakan akrab dengan buku bacaan, besar kemungkinan setelah dewasa tetap tidak gemar membaca.Kalaupun gemar membaca hanyalah memilih bacaan hiburan belaka “ ( AJIP ROSIDI ).
Iqro’ Iqro’ Iqro’ Demikian pentingnya membaca sehingga Malaikat Jibril mengulangi
sampai tiga kali, saat pertama kali ayat Alquran diturunkan kepada Nabi Muhammad
SAW. Semua orang sudah sepakat tentang pentingnya membaca, namun ternyata tidak
otomatis kesepakatan itu melakukan langkah nyata dalah kehidupan sehari-hari.
Membaca secara sempit dapat diartikan proses memperoleh kesan secara tertulis.Secara
luas membaca adalah menafsirkan lambang-lambang. Lambang-lambang itu itu tidak
terbatas hanya lambing-lambang tertulis, tetapi juga dalam bentuk apapun.Pengertian
membaca dapat pula diungkap dari kutipan berikut : “ reading is a thingking process,
since its central aspect is extracting meaning for print “. Menurut Dr. Sardja : “ membaca
mempunyai sifat kompleks karena tidak hanya menyangkut tanda bacaan sebagai
pernyataan bahasa saja, tetapi kesanggupan-kesanggupan lainya.”
Menurut PAUK ( 1974 ) bahwa membaca adalah ketrampilan dasar yang diperlukan
seumur hidup. Ketrampilan membaca penting untuk menambah ilmu, memahami
kearifan menuju keberhasilan hidup. Kegiatan membaca akan membentuk manusia yang
berbobot. Kita sebut saja nama Adam Malik, Hamka dan Thomas Alfa Edison pernah
mengatakan : “ when I want to discover something, I begin by reading everything that has
been “ .Serta sederet nama besar lainya yang telah benar-benar mampu mengaktualisasi
dirinya melalui ketajaman dalam membaca.
METODE MEMBACA
Untuk menjadi seorang pembaca yang baik harus menguasai berbagai macam metode
membaca. Ada beberapa metode membaca antara lain sebagai berikut :
- Metode membaca SQ3R ( Survey, Question, Read, Recite, Review )
- Metode membaca PQRST ( Preview, Question, Read, State, Test )
- Metode membaca OK5R ( Overview, Key ideas, Read, Record, Recite, Review, Reflect )
- Metode membaca STUDY ( Survey,Think,Understand,Demonstrate,Your review
- Metode membaca PQ4R ( Preview, Question,Read,Reflect,Recite,Review ).
Namun dalam uraian dibawah ini penulis hanya akan membahas salah satu metode
membaca tersebut diatas, yakni metode membaca PQ4R.
Metode membaca PQ4R diajukan oleh Thomas dan Robinson, metode ini merupakan
perbaikan dari metode membaca PQRST dari Thomas F. Staton dan metode SQ3R dari
Robinson yang saelanjutnya secara bersamaan dikawinkan menjadi metode membaca
PQ4R.
“ PQ4R is a package of technigues that should be effective in improving the reading of chapter length materials when the students purpose is thorough understanding of the content …. The steps in the procedure are Preview, Question, Read, Reflect and Review “ ( Callahan & Clark, 1977 ).
Uraian masing – masing langkah dalam prosedur membaca PQ4R adalah sebagai berikut
- PREVIEW ( Menyelidiki ).
Untuk langkah pertama ini dimaksudkan membuat penyelidikan sebelum membaca.
Penyelidikan ini dapat dilakukan dengan membaca kalimat-kalimat permulaan atau suatu
paragraph, memeriksa pasal-pasal karangan itu ataupun ringkasan pada akhir suatu bab.
Apabila ketiga hal itu tidak ada, dapat mempergunakan matanya untuk memeriksa setiap
halaman dengan cepat, membaca satu dua kalimat disana sini sehingga diperoleh
gambaran sekedarnya mengenahi apa isi yang akan dibacanya.
Periksalah beberapa ide pokok ( ide utama ) yang akan menjadi inti pembahasan/uraian
seluruh karangan itu. Ide utama itu akan memudahkan anda memahami keseluruhan ide
yang ada dalam karangan.
- QUESTION ( Bertanya ).
Langkah kedua adalah mengajukan pertanyaan untuk setiap pasal yang ada pada
karangan itu. Kalau pada akhir suatu bab telah ada daftar pertanyaan yang dibuat oleh
pengarangnya. Daftar itu hendaknya dibaca lebih dahulu.
- READ ( Membaca )
Disini juga dianjurkan membaca secara aktif yakni pikiran harus memberikan reaksi
terhadap apa yang dibacanya itu.Jadi study dengan membaca adalah aktifitas mencari
jawaban terhadap semua pertanyaan pada langkah kedua diatas.
- REFLECT ( Memantulkan/ Reaksi ).
Reflek sebenarnya bukanlah suatu langkah terpisah dari membaca, tetpai suatu komponen
esensial dari langkah membaca. Selama belajar tidak hanya cukup mengingat atau
menghafal, tetapi lebih bersifat mendalam yang m,endasari tingkat berfikir yang lebih
tinggi, maka membaca dikatakan sebagai mereflek.
- RECITE ( Daras / Mengaji ).
Langkah kelima ialah mendaras/ mengaji dengan suara lantang berbagai hal yang
menjadi intisari dari pada materi pembahasan pada buku itu. Catatlah dengan singkat
intisari itu. Seperti dipesankan oleh Thomas dan robinson : “ Lihatlah ! Bacalah !
Katakan ! Dengarkan ! dan Catatlah ! “.
Lanjutkan mendaras dengan kalimat sendiri topik – topik tadi.
- REVIEW ( Mengulang ).
Setelah selesai membaca seluruh karangan, ulangi seluruh lembar catatan perincian
semua ide pokok dalam benak/ingatan anda.
ALIH ILMU PENGETAHUAN & TEKNOLOGI ( IPTEK ).
Alih Iptek itu pada dasarnya merupakan proses belajar kontinyu. Maka untuk menunjang
percepatan alih Iptek itu salah satunya yang dapat kita lakukan adalah : “ meningkatkan
kemampuan membaca ( belajar ) itu antara lain tercermin dari ketrampilan berfikir dan
sikap mental. Orang yang memiliki kemampuan membaca adalah orang yang memiliki
kemampuan untuk berkembang dan mandiri “.
Lalu siapakah orang yang paling berperan dalam proses pengalihan Iptek?. Salah satu
jawabanya adalah Guru/Dosen. Sebab Guru/Dosen mampu berperan sebagai ujung
tombak alih Iptek. Guru/dosen menyiapkan siswa/mahasiswa agar memiliki potensi
untuk dididik menjadi pengalih Iptek yang dapat diandalkan.Potensi itu antara lain adalah
ketrampilan berfikir dan sikap mental positif. Sulit dibayangkan bagaimana Guru/Dosen
mampu mengembangkan ketrampilan berfikir dan sikap mental positif dari diri anak
didiknya apabila ketrampilan itu tidak dimiliki oleh Guru/Dosen.
Dalam era ilmu dan teknologi ini kita dituntut menjadi Guru/Dosen yang baik. “
Guru/Dosen yang baik adalah yang memiliki potensi untuk berkembang dan menghayati
saerta mengamalkan kepribadian Guru/Dosen sebagai tauladan “. Guru/Dosen bukan
hanya sebagai pengajar tapi sekaligus pendidik yang dapat mentranfer ilmu pengetahuan
kepada anak didik dan bisa membiasakan dan menanamkan anak didik untuk minat membaca.
KESIMPULAN
Dari uraian tersebut diatas akhirnya dapt ditarik kesimpulan bahwa membaca adalah
suatu proses berfikir. Dengan membaca kita akan memperoleh informasi, ide-ide atau
bahkan jalan pikiran yang baru sekaligus mempengaruhi perkembangan intelektualnya.
Apabila kegiatan membaca dilakukan secara analistis dan kritis, maka akan dapat
menunjang kemampuan untuk berfikir kritis. Sehingga pada akhirnya nanti akan mampu
diterapkan dalam situasi actual.
Kiranya perlu penulis sedikit memberi pesan untuk pembaca terutama buat generasi
muda sebagai “ agent of change “ .
“ a lazy man never has time for reading ( manusia malas tak pernah memiliki waktu
untuk membaca ). Never put –off till tomorrow what you can read to day ( jangan tunda
sampai besok apa yang dapat anda baca hari ini ).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar