Rabu, 11 Januari 2012

OASE DIPADANG GERSANG seri 2

 “  ADA SEONGGOK JIWA MELAYANG
    JATUH
    PUN IA MASIH SEMPAT MENGGAYUT ASA
    MENUNGGU ASTA SUCI KAN MERENGKUHNYA

    LEMBAR JIWAKU PUTIH
    KOSONG
    TAK TERSENTUH BELAIAN ASTA MAHA INDAH

    ADA YANG TERLEPAS
    TERCECER
    TAK MAMPU KUUTUHKAN KEMBALI 

Bila setelah membaca rangkaian kata diatas kamu mendapatkan “ sesuatu “ , maka yakinlah bahwa “ sesuatu “ itu kamu dapatkan karena adanya “ sesuatu “ diluar empiris kita yang memberi Rahmat dan Karunia.. Sebaliknya bila kamu tidak mendapatkan “ sesuatu “ , maka tetap yakinlah bahwa pencipta rangkaian kata diatas bukanlah pemberi “ sesuatu “ .
Begitu penasaran berungkali tulisan itu kubaca didalam email terakhir yang dikirim padaku . Dia adalah  Tevin kelas XII IPA  SMAN 1 yang sama-sama mengikuti Bimbel di LP3i Course Center  kebetulan kami sekelas. Karena seringnya bertemu ketika di Bimbel membuat hatiku terpaut. Dan sepertinya dia juga menaruh perhatian padaku, meskipun belum pernah mengungkapkannya.


Entah sudah berapa kali kami saling ngobrol  sambil main komputer di Laboratorium LP3I Course Center  yang membebaskan semua siswa Bimbel untuk main komputer sebelum atau sesudah mengikuti belajar dikelas.Kadang kala kami sengaja datang lebih awal agar bisa mengobrol sekalian belajar komputer meski kadang kami hanya buka facebook atau email. Mumpung LCC memberi fasilitas Free Internet bagi siswa Bimbelnya, maka kesempatan itu kami gunakan .Saya dan  Tevin juga sering kirim email meski kami duduk bersebelahan di Lab.Komputer untuk saling curhat. Sepertinya kami serius belajar komputer padahal kami berbicara didalam email yang kami kirimkan. Sungguh aku penasaran membaca email terakhir dari  Tevin  membuatku ada sesuatu yang mengiris hatiku. Sungguh suatu rangkaian kata yang teramat bermakna yang tak mampu kuartikan sehingga membuatku penasaran.
Aku hanya bisa menduga tentang diri  Tevin. Apakah pernah putus cinta atau ditinggal seseorang yang teramat berarti didalam hidupnya?  Aku hanya tahu dari ceritanya bahwa dia dan keluarganya dulu tinggal dikabupaten Lampung Barat.Tetapi setelah gempa bumi dan merenggut keluarganya termasuk bapak & ibunya, maka dia pindah ke Natar-Lampung Selatan ikut dengan saudara tiri bapaknya.  Peristiwa alam yang sangat memilukan telah merenggut orang yang selama ini menjadi tumpuhan hidupnya..Semua tanya itu menjejali pikiranku. Sekarang dia berjuang sendiri untuk menghidupi diri sendiri dan meneruskan sekolahnya karena keluarga yang ditumpanginya termasuk keluarga kurang berada.Alhandulillah dia gratis mengikuti Bimbel di LCC, karena LCC memang memberi kesempatan bagi anak yatim untuk mengikuti Bimbel tanpa dipungut biaya apapun, bahkan dapat uang saku setiap bulannya . .Sungguh luar biasa tekadnya untuk belajar dan dia adalah siswa yang selalu rangking 1 dikelasnya itulah salah satu yang membuatku jatuh hati.
***
Bergantinya sinar mentari menjadi sinar rembulan menyeret pula sang waktu bergulir hingga tiada terasa sudah beberapa bulan berlalu, namun aku belum menemukan makna rangkaian kata-kata yang telah ditulis  Tevin pada email terakhirnya. Sampai pada sore itu seperti biasa mengikuti Bimbel di LCC  aku bertemu kembali diruang ILC ( Independent Learning Center ) merupakan ruang konsultasi belajar, sambil menunggu giliran karena hari itu banyak siswa yang berkonsultasi masalah apapun akan dibantu oleh Tentor konseling, maka kami  mengambil tempat duduk di luar ruangan sambil menunggu giliran konsultasi.Termasuk aku mau konsultasi masalah hasil Intelligent Test yang telah diadakan seminggu yang lalu  . “ Tev  jelasin dong apa makna rangkaian kata yang ditulis diemail  terakhir itu ? “ tanyaku pelan agar tidak terdengar yang lain.
“ That’s life and life is a puzzle. The puzzle which has no answer is dictiornary or encyclopedia is Love. Because the answer is only found in the unframe transparent mirror in the deep heart. And only dream that I would find “ jawabnya sambil memandangiku penuh arti. Akupun terkesimah sesaat kemudian sambil  memperhatikan bola matanya yang menyimpan sesuatu. Kupahami maksud kata – katanya .
Aku menahan gejolak ada sesuatu yang menusuk nusuk dadaku. Ditengah kegalauanku, dia berkata kembali :Aku sering terhenti dipersimpangan jalan kemana sebaiknya kakiku melangkah. Ada keraguan yang menyendati keinginanku.” dengan sedikit sendu dia seakan ingin melepaskan sesuatu beban entah apa aku belum tahu.
Kamu belum menemukan jalan atau belum bisa meyakinkan diri untuk memastikanya ? “ tanyaku kemudian kala kulihat ada keraguan disembunyikan dibalik raut wajahnya.
“ Ada jalan yang ingin kutiti namun aku masih termangu tuk melangkahnya “
 Kulihat dia menghela nafas panjang.
“ Cobalah Kamu melangkah pada jalan yang diyakini ada sesuatu yang dapat ditemukan keoptimisan hidup selanjutnya . Perlu kubantu untuk menemukannya ?”.Akupun menawarkan diri .
“ Apa kamu yakin bisa membantuku ? “ jawabnya sambil menyungging senyuman yang aduhai manis sekali. “ I will try ! “ jawabku meyakinkanya.
“ Kalau begitu tanyalah pada hatimu paling dalam, adakah kamu menyimpan sesuatu itu?
Sebelum sempat aku menjawabnya dia telah beranjak dan langsung pamit karena sudah dipanggil oeh tentor konseling dan meninggalkanku sendiri yang masih terbengong- bengong , bingung mengartikan makna kalimatnya yang barusan terucap tadi. Memang dia penuh misteri dan aku telah terjerat dalam lingkaran simpati yang kucipta sendiri.


***

Ternyata memulai sesuatu keinginan tidak semudah kaki melangkah, masih ada keraguan yang menghambat niat manusia. Begitulah yang terjadi padaku yang berharap dapat menjalin benang-benang kasih bersama Tevin untuk mengisi lembaran hidup yang masih putih. Tak terduga malam minggu ini sungguh teramat berkesan karena Tevin mengajakku dinner di Resto Blue Sky yang cukup terkenal dikota ini. Tempat kencanya para elite pergaulan kawula muda, karena tempatnya prestisius sungguh bergengsi.
Tentunya harus pesan meja dulu sebelumnya agar dapat tempat sesuai yang diinginkan.
Kamipun sudah duduk disudut remang dan menu sudah dipesan, beberapa saat kami saling diam.
“ Kamu dapat duit dari mana ? “ tanyaku kemudian memecahkan kesunyian.” Ini namanya rejeki yang Alloh berikan tak terduga datangnya jawabnya sambil senyum. “ Rejeki dari mana ? “ akupun semakin penasaran dibuatnya. Diapun bercerita : “ Seminggu yang lalu ada seorang pengemis tua menghampiriku ketika pulang sekolah, meminta uang untuk makan katanya.Kebetulan aku ada uang disaku tinggal dua puluh ribu, padahal uang itu untuk ongkos naik angkot, tapi aku tidak tega melihatnya maka aku berikan saja uang itu , sungguh aku kasihan melihatnya” . “ Terus apa hubungannya dengan rejekimu ? “ selaku. “ Sabar non, biar aku selesai ceritanya ! “ jawabnya setelah meneguk minuman orang juice yang sudah dari tadi tersedia dimeja kami akupun  turut ambil gelas untuk minum pesananku juga. “ Nah , kemarin aku nemu dompet isinya duit ada 3 jutaan dan SIM, KTP....” .“ Aaah gak mau-gak mau ini uang haram !!! “ selaku emosi sambil memelototinya. “ Tunggu dulu non ceritaku belum selesai ! “ sanggahnya sedikit membentakku. Akupun sesaat diam sambil masih memandanginya. Diapun melanjutkan ceritanya : “ Dompet itu aku kembalikan, kebetulan ada alamat di KTPnya dan aku tahu alamat itu, akhirnya ketemu pemiliknya dan aku diberi persenan lima ratus ribu buat traktir kamu “.Akupun akhirnya lega , sungguh luar biasa kepribadiannya ,berbudi luhur tidak mau mengambil yang bukan haknya, akupun semakin jatuh cinta.
Tania, sudah kamu temukan sesuatu itu ? “ tanyanya setelah  sesaataku  termangu dan melamunkannya.. “ May be yes if it’s a love “ jawabku deg-degan entah kenapa malam ini tidak seperti malam-malam yang lalu, kurasakan gejolak dihati ini makin menggebu. “ Listen Tania, When I see you for the first make me falling in heart. I hope  you know exactly how I feel… and I want to be with you in the sunnys days. Would you mind being my some one ? “ sambil memegang kedua telapak tanganku dia menatap mataku  dan akupun tak mampu menjawabnya . Oh my God ! Inilah saat yang kunantikan selama ini. Akupun ingin bersamamu dalam hari-hari yang ceria batinku mulai berbunga-bunga. Ada setetes air bening mengalir dari sudut mataku dan kubiarkan ketika jemarinya menyaput air mata dipipiku. Air mata keharuan telah luruh disertai kelegaan hati yang menemukan jawaban.. Malam ini sungguh menjadi malam yang sangat berarti dalam hidupku akan kuukir didinding hati agar tak terlupakan.
***

Malampun telah berganti pagi  kujelang hari penuh keceriaan selimuti hati dan kala matahari sepenggalah tiba-tiba ada kiriman paket bunga mawar merah disertai segulung kertas terikat ditangkainya. Kuterima dengan hati berdebar debar dari siapa gerangan ? Tepat dari ulang tahunku , ternyata Tevin mengirimi bungadan langsung kuciumi harumnya aroma semerbak dan segera kubuka gulungan kertas yang menyertainya. Mulai kubaca apa yang tertulis
Tania yang baik,
Nyatanya tak mudah merengkuh sesuatu dalam hati yang gundah, meski aku telah merangkaki kemarau panjang bersama asa yang kugayutkan pada ranting kering patah.
Aku terjerembab dengan wajah berhias debu, pun aku masih berusaha menggapai gapai
Tiba – tiba kamu datang mengulurkan setetes embun kasih yang tulus terpancar dari sinar matamu. Kurasakan itu sebagai suatu anugerah tak ternilai…

Tania yang baik,
Nyatanya aku telah menemukan sesuatu yang kucari selama ini ada dalam dirimu.
Sesuatu sinar penerang yang menuntunku didalam kegelapan.
Biarkanlah aku bersamamu menyusuri jalan terjal berliku dan jangan ada yang mengusik selagi bahagia menemukan oase dipadang gersangku yang lama kerontang. Kini menjelma kesejukan membelaiku selembut cinta yang teduh dipelabuhan hati yang damai

Dari yang menyayangimu , Tevin.

Deg ! sesaat detak jantungku terhenti dan ada sesuatu yang menyeruak keluar dari dadaku melayang kelangit mengawan membawa jiwaku , kurasakan diri ini menjadi ringan melangkahkan kaki tuk menemui secepatnya seseorang yang telah membuatku melambung tinggi…Kusibakan awan – awan dilangit angan nyatanya aku terhadang mendung menutupi pandangku menjadi gelap gulita dan tak terasa air mata begitu deras mengalir tertumpah menyirami bumi.Aku  terhenti ketika sejuta tangan menahanku untuk melangkah mendekat pada kerumunan orang yang berbaju serba hitam dan wanita berkerudung hitam. Jerit tangisku menyeruak kerumunan lalu lalang orang menatapku heran. Ku tak pedulikan karena kuharus temui meski yang terakhir kali.
Seseorang yang telah menyemai cinta dikehidupanku. “  Teviiiiiiiiiiiiin !!!” teriaku histeris kala       beberapa orang sedang baca surat yasin mengelilingi jenasah Tevin yang tertutup kain, akupun jatuh terkulai pingsan sebelum sempai kedekat jenasahnya.
Ternyata aku telah kehilangan seseorang yang teramat kusayang, hidupnya telah terenggut oleh Sang Pencipta. Dia tewas seketika dikala menyelamatkan seorang anak kecil yang akan menyeberang jalan.Menurut cerita orang yang melihatnya, si Tevin lari dari seberang jalan dikala melihat anak kecil menyeberang mendadak ada mobil truk kecepatan tinggi dari arah berlawanan , lalu dia mendorong anak tersebut ke pinggir jalan tetapi dia terpental keserempet bak truk terlempar  dan kepalanya mengenai tiang listrik . Saat itu dia baru pulang dari tempat jasa kurir untuk mengirimkan seikat kembang untukku . Sungguh aku tidak iklas kematiannya begitu tragis .Ingin rasanya kubunuh orang yang telah menabraknya namun apa dikata takdir telah menentukanya.
Rinduku semakin penat dilelap bayangannya yang hilang sebelum sempat kugenggam. Kini tinggal kenangan yang perihnya tak terlupakan…..
***
                                                                                            Prasasti LCC Natar  2011


Tidak ada komentar: