Alhandulillah, allhamdulillahi
robbil alamin wassalatu wassalamu ala asyafirl ambiya” I’wal mursalin syaidina
muhammadin waala alihi waasaashabihi wamau tabi ahim bi ihsanii illa yaumuddin
amma ba’addu…
Puji syukur kita panjatkan kepada
Allah SWT , atas rahmat dan karunianya kita semua pada hari ini masih diberi
kesempatan untuk hadir disini didalam acara berbagi di bulan suci Ramadhan
ini.Patut kita intropeksi diri sudah sejauhmana perjalanan hidup yang telah kita lakukan , sudahkan berapa
banyak amalan yang telah kita kumpulkan ?, sudah baik dan benarkah ibadah yang
telah kita lakukan? Ataukah kita tersesat dijalan tidak semestinya? Ataukah
kita masih didalam sebuah kegelapan ? dst
Ijinkan hari ini saya berbagi
tentang apa yang saya tahu dan tidak bermaksud menggarami lautan karena saya
tidak lebih pintar hanya member setitik warna semoga bermanfaat bagi kehidupan
spiritual anda
Kali ini saya ingin mengajak para
muslimin dan muslimat yang hadir disini , khususnya para Agent of Change (
generasi penerus bangsa ) para pelajar semua. Maaf sebelumnya Saya bukan
memberi ceramah atau kutbah karena saya belum menjadi ustad dan insya Allah
jika diberi kesempatan oleh Allah SWT
saya ingin menjadi ustad . Saya hanya ingin berbagi tentang apa yg saya
bisa berikan yaitu tentang MEMBENTUK
GENERASI MUDA YANG BERKARAKTER DALAM BERBAGI SESUAI ISLAMI.
Adik-adik pelajar semua mengaku
beragama Islam ? Hanya mengaku atau sudah melakukan ? Jika kalian semua hanya mengaku, maka kalian belum
bisa didakwa tetapi kalau kalian sudah melakukan harus siap menanggung
resikonya. Apa resikonya menjadi orang islam? Kalian wajib menjalankan apa yang
sudah menjadi ketentuan didalam Al-quran dan hadist.Dan jika anda tidak
menjalankan maka kalian akan dihukum. Alangkah sedih orang yang mengaku Islam
dan lebih sedih lagi orang islam tidak pernah menjalan syariat islam alias
islam KTP .
Nah bicara soal resiko dan rejeki, tahukan kalian semua:
Kata risk ( resiko ) berasal dari kata rizki ( rejeki
), maksudnya semakin beresiko ya semakin
berejeki.Kalau tidak ada resikonya ya tidak ada rejekinya. Gak percaya ? ingin
bukti ? Contoh : pekerjaan seorang OB ,resiko pekerjaannya sangat kecil maka
gajinyapun kecil. Kalau GM resiko pekerjaannya besar maka gajinya juga besar.
Ada diantara kalian yang namanya riski? Tolong ingatkan dia hidupnya penuh
resiko ,namun mudah-mudahan juga penuh rejeki sesuai harapan orang tuanya
memberi nama itu.
Sebenarnya resiko adalah
ketidakpastian dan ketidakpastian sendiri adalah rahmat. Kok bisa? Mari kita
kupas bersama :
·
Apabila sesuatu itu tidak pasti, apakah itu
rejeki,jodoh dan maut, maka manusia akan optimal ikhtiar dan ibadahnya.
Betulkan ?
·
Bayangkan jika rejeki anda sudah ketahuan, sudah
pasti jumlahnya, apakah anda masih mau kerja? Apakah anda masih mau sholat
dhuha?
·
Bayangkan jodoh anda sudah ketahuan, sudah pasti
orangnya, apakah anda masih mau berusaha? Apakah anda masih mau sholat hajat ?
·
Bayangkan maut anda sudah ketahuan, sudah pasti
tanggalnya, apakah anda masih mau berobat? Apakah anda masih mau sholat tahajut
?
·
Contoh kecil saja ketika anda naik pesawat dalam
cuaca baik kalian pasti tidur-tiduran atau ngobrol santai tapi ketika cuaca
tiba-tiba memburuk dan pesawat mulai berguncang, barulah anda komat kamit
membaca doa,zikir dan shalawat. Kenapa ada musibah dulu kita baru berdoa,zikir
dan shalawat ?
·
Jadi ketidakpastian itu adalah rahmat, dengan
begitu orang optimal untuk berusaha dan beribadah.
Anda tahu dominasi otak kanan dan
otak kiri cara kerjanya? Cara kerja otak kiri itu menyukai kepastian ( logika
), jadi tidak cocok dengan cara kerja rejeki. Sedang otak kanan menyukai
ketidakpastian ( imajinatif ).ini cocok dengan cara kerjanya rejeki. Tahukan
anda bahwa rejeki datangnya tidak disangka-sangka ( ketidakpastian ). Jadi
rejeki yang ketidakpastian iitu rejekinya otak kanan, sedang rejekinya otak
kiri yang sudah pasti. Walhasil otak kanan identik dengan kaya, dan otak kiri
identik dengan miskin hehehe ( untuk lebih memahami otak kanan cobalah baca
buku 13 wasiat terlarang: Dasyat dengan otak kanan karya Ippho Santosa ).
Apa tujuan hidup ini?
Agar kita tidak salah arah kita harus ketahui tujuan hidup ini.Allah berfirman
yang artinya “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka
beribadah ( mengabdi ) kepada-KU,Aku tidak menghendaki rejeki sedikitpun dari
mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-KU makan.Sesungguhnya
Allah, Dialah Maha pemberi rejeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh “ (
Q.S. Adz-Dzaariyaat {51} : 56 – 58. ) .
Ada sebuah cerita seorang Bule
dari Amerika ketemu dengan orang Indonesia di pulau dewata, mereka
ngobrol-ngobrol masalah gaji di Amerika dan Indonesia.
1.PILIH MANA IKHTIAR ATAU IBADAH ?
Selama ini ikhtiar dan ibadah
sering diletakan cara terpisah, seolah-olah berlawan. Padahal sesungguhnya
tidak begitu, justru ikhtiar dan ibadah adalah dua sisi koin keberuntungan.
Karena didalam ikhtiar terdapat ibadah , didalam ibadah terdapat ikhtiar. Jadi
dapat disimpulkan baha ikhtiar itu ibadah dan ibadah itu ikhtiar. Ada yang
kurang paham ? Begini contohnya, anda bekerja dari pagi sampai sore, bahkan
kadang lembur, jelas ini namanya ikhtiar. Namun apakah ini juga ibadah ? Iya
asalkan niat anda bekerja adalah ibadah untuk
menafkahi keluarga,membahagiakan orang tua, member manfaat pd sesame,
menjalankan peran khalifah dst. Anda saat ini belajar itu ikhtiar dan juga
ibadah. Kalian belajar disekolah dan guru yang mengajar, lebih mulia mana
antara yang belajar dan yang mengajar ?.Kedua-duanya mulia, namun belajar lebih
mulia. Bukankah belajar itu diwajibkan dan mengajar itu Cuma dianjurkan.
Dua sisi koin
keberuntungan yaitu ikhtiar dan ibadah,
seandainya keduanya berputar sempurna dalam sehari semalam maka anda sudah
melakukan ikhtiar 24 jam dan ibadah 24 jam, mantapkan? Sehubungan dengan ibadah
ada teman saya bercanda, katanya kita sering salah kaprah, menganggap kalau
hitam keningnya, pastilah banyak ibadahnya. Lha kalau Cuma begitu orang-orang
NTT paling banyak ibadahnya, soalnya mereka bukan Cuma hitam keningnya tapi
hitam seluruh badanya hehehe….
1. KERJA SEKIAN MENIT LANGSUNG DIBAYAR.
Kita harus
tahu kekuatan ibadah seperti sedekah, sholat dhuha dan sholat tahajjud.Bisa
memudahkan rejeki,melapangkan waktu dan memelihara kesehatan.
Mari kita
kupas tentang kerja dibayar dan ibadah juga dibayar. Contoh: Ada seorang Bos Properti meminta pekerja (
kontraktor ) untuk kerja dari pagi
sampai sore ,sebagai imbalan atas waktu kerja produktif maka Bos akan mengganti
dengan uang. Itu artinya waktu produktif anda dibayar dengan uang sebagai
imbalan kerja.Begitu pula jika anda melakukan sholat dhuha sekian menit saja,
itu berarti anda telah menghabiskan waktu produktif anda untuk menghadap-NYA,
maka Allah pun akan mengganti waktu yang anda luangkan tersebut dengan imbalan
tidak tangggung-tanggung keberuntungan. Gak percaya ? Buktikan !!. Inilah janji
Allah : “ Wahai anak Adam, rukuklah karena Aku diawal siang ( sholat dhuha ),
niscaya Aku akan mencukupi engkau disiang hari “. Bukankah dhuha adalah
waktu dan waktu adalah uang. Jadi sholat
dhuha itu sholat rejeki dan doa setelah sholat dhuha adalah doa rejeki.
2.
KERJA
SEKIAN MENIT DIBAYAR LEBIH BESAR.
Mengambil
contoh seperti diatas , kali ini si Bos property meminta pekerja ( kontraktor )
untuk kerja lembur sampai pagi. Maka Bos akan mengganti waktu istirahat pekerja
dengan sejumlah uang kali uang yang diterima pekerja lebih besar karena
overtime/ lembur. Kalau si Bos property saja mau mengganti waktu istirahat
untuk kerja lembur, apalagi Allah SWT. Jika anda mau melakukan sholat tahajjud
, dimana waktu istirahat anda gunakan untuk ibadah maka Allahpun akan member
imbalan yang lebih besar. Tidak percaya lagi ? Buktikan !!!
Ini ada sebuah
cerita seorang teman sedang menghadapi banyak masalah baik dikantornya maupun keluarganya,
apa yang dia lakukan ketika masalah datang, dia sholat tahajud, kemuudian
masalahpun hilang. Ketika masalah datang lagi, diapun sholat tahajud lagi,
masalahpun hilang lagi, Akhirnya dia lakukan rutin sholat tahajud ,ternyata
masalah tidak berani datang lagi, alhandulillah katanya hamper-hampir tidak ada masalah yang berarti. Karena dia
sudah berhasil sering datang di pegadaianya Allah : “ menyelesaikan masalah
tanpa masalah “.
Sejenak mari kita bandingkan
ibadah nabi dengan ibadah kita, mungkin berbeda sedikit saja. Anda nggak
percaya ?
·
Nabi itu sedikit-sedikit beribadah, kalau kita
sedikit ibadahnya.
·
Nabi itu sedikit-sedikit bersedekah, kalau kita
sedikit sedekahnya.
·
Nabi itu sedikit-sedikit sholat sunnah, kalau
kita sedikit sholat sunnahnya.
·
Nabi itu sedikit tidurnya, kalau kita
sedikit-sedikit tidur.
·
Nabi itu sedikit makannya,kalau kita
sedikit-sedikit makan.
·
Nah mudah-mudahan kita bisa mengejjar perbedaan
yang sedikit itu.
4.CARA TERBAIK MEMBELI IMPIAN
Ada sebuah cerita khayalan
tentang Nyong di Kupang yang mendadak kaya, sehingga orang-orang pada penasaran
bertanya apa rahasianya ? Gimana nyong kamu bisa mendadak kaya ? Apa
rahasianya, bagi-bagi rahasianya dong. Si Nyong merasa tersanjung dan dia mulai
menceritakan yaitu ada tiga hal yang saya lakukan, hal pertama aku bekerja
keras, hal kedua aku menjaga integritas dan hal ketiga aku menikahi janda
kaya….hahaha. Ternyata menjadi kaya adalah
harapan banyak orang, karena harapan adalah impian. Lalu bagaimana cara
membeli impian adalah meningkatkan amal kebaikan, sedekah, sholat dhuha, sholat
tahajud dan ikhtiar. Jadilah manusia level tiga, apa itu level tiga ? manusia level satu : kalau lagi punya
harapan,impian, hajat maka dia akan berusaha , hanya berusaha. Manusia level
dua : berusaha dan berdoa, dan manusi level tiga : berusaha,berdoa dan beramal.
5.TIGA KEUTAMAAN DARI BERHARAP.
Jika anda bersedekah tanpa
berharap anda memperoleh satu keutamaan, namanya keutamaan bersedekah. Tapi
jika anda bersedekah dengan berharap maka anda akan mendapatkan tiga keutamaan
yaitu pertama : keutamaan bersedekah,
kedua : keutamaan berharap ( karena berharap sama dengan meminta ) dan meminta
sama dengan beribadah, beribadah itu berpahala. Ketiga: keutamaan iman.Ketika Allah
menjanjikan sesuatu apakah itu kemudahan didunia maupun kemudahan di akherat,
kemudian anda berharap ditepati janjinya tersebut bukan saja boleh tapi harus,
karena itulah iman. Anda yakin akan janji-janji Allah. Ust. Yusuf mansyur
mengatakan betapa menyenangkan dan menenangkan kalau kita berharap dalam
beramal, bukan sekedar beramal.
Ada alkisah Arjuna naksir sama
srikandi, terus arjuna curhat pada ustad. Lalu ustad menasehati agar arjuna
membeli impiannya itu dengan meningkatkan sedekah,sholat dhuha,sholat tahajud.
Tanpa banyak bicara arjuna nurut ternyata benar setelah 40 hari dia berhasil
mempersunting srikandi. Pada malam pertama srikandi mengungkapkan : sebenarnya
amat banyak nyong-nyong yang melamar beta ,kakak tapi hanya kamu yang beta
terima. Arjunapun tidak mau kalah,: “ sama adik, amat banyak nona-nona yang
telah beta lamar, tapi hanya kamu yang mau menerimanya “.
6.BERHARAP ITU BAGIAN DARI IMAN.
Jika kita merasa takut akan azab
yang akan diberikan oleh Allah, tentunya kita berharap dengan beribadah untuk
menghindarinya.Jika berharap kepada Allah dan balasan-Nya berupa kemudahan
didunia dan di akherat, maka kita akan meningkatkan ibadah karena tanpa
berharap tidak akan meningkatkan ibadah.Jika kita cinta kepada Allah, maka kita
akan melakuakan ibadah yang terbaik. Nabipun berharap kepada Allah. Orang-orang
yang kurang berharap kepada Allah,akhirnya cenderung menaruh harap berlebihan
kepada dirinya sendiri atau orang lain.Menjadikan manusia men-Tuhan-kan manusia
, masya allah.
7. ALLAH MENDIDIK KITA UNTUK BERHARAP.
Allah berfirman yang artinya : “ wahai anak adam, bersungguh-sungguhlah engkau
beribadah kepada-Ku.Niscaya Aku akan memenuhi dada engkau dengan kecukupan dan
aAku akan menanggung kefakiran engkau. Bilamana engkau tidak melakukannya, maka
Aku akan memenuhi dada engkau dengan kesibukan dan Aku tidak akan menanggung
kefakiran engkau.” Itu artinya dengan ibadah yang sungguh-sungguh kita
boleh berharap dicukupkan dan dijauhkan dari kefakiran. Allah mendidik kita untuk berharap dengan adanya kemudahan dan
kesulitan, pahala dan dosa , surge dan neraka. Nabi Muhammad bersabda : “ Sesungguhnya pahala ( ganjaran )
eengkau sesuai dengan kadar kepayahan dan nafkah engkau “.
Beberapa wasiat nabi Muhammad SAW
bersabda : “ Belilah kesulitanmu dengan sedekah “. Artinya melalui sedekah kita
berharap kesulitan yang kita hadapi didapat dilalui. “ Obatilah penyakitmu
dengan sedekah “ artinya melalui sedekah kita berharap penyakit dapat terobati.
“ Perbanyaklah sedekah sebab sedekah dapat memanjangkan umur “ artinya melalui
sedekah boleh berharap panjang umur. “ Bersegeralah sedekah sebab bala tidak
pernah mendahului sedekah “ artinya melalui sedekah kita berharap terhindar
dari bala.” Pancinglah rejeki dengan sedekah “ artinya melalui sedekah berharap
mendatangkan rejeki.
8.BERHARAP TIDAK DILARANG.
Perlu digaris bawahi bahwa tidak
ada dalil yang melarang kita berharap kepada Allah. Sebaliknya malah menyuruh
kita untuk berharap kepada Allah. Ini namanya berniaga dengan Allah dan
berniaga untuk Allah.
Jika kita berharap balasan
dunia,maka kita akan mendapatkan balasan dunia.Jika kita berharap balasan dunia
dan akherat maka kita akan mendapatkan balasan dunia dan akherat.Sebaik-baiknya
berharap adalah berharap kepada Allah, karena Allah akan memurkai orang yang
tidak berharap pada-Nya. Mulai sekarang
jangan berharap kepada makluh, rubah mindset anda semua adanya atas
kehendak Allah SWT. Setiap ana menemui kesulitan apapun jangan sekali-sekali
berharap kepada makluh, tapi berharaplah kepada Allah yang Maha Berkehendak.
9. ALLAH AKAN MEMBALAS SEMUA APA YANG KITA LAKUKAN.
Suatu saat seorang ulama pernah
bersikeras , “ sedekah itu pasti dibalas bahkan dilipatgandakan, itu pasti !
nggak pake insya allah “. Semua pasti terperanjat . Apa penjelasannya , karena
Allah berjanji akan membalas sedekah kita tanpa syarat. Sedangkan janji adalah
hutang,jadi tidak mungkin Allah berhutang, ingkar,mangkir sopasti ditepati
janjinya, bukankah Allah itu Maha Menepati dan Maha Membalas. Dapat disimpulkan
bahawa hukum sedekah itu lebih pasti dari pada hukum gravitasi.Karena hukum
gravitasi tidak pernah dijanjikan dikitab suci. Logikanya kalau manusia
berjanji hendaklah mengucapkan insya allah, kalau Allah yang berjanji sesuatu
pasti. Jadi mulai sekarang sedekahlah pasti dibalas dan dilipatgandakan, tidak
jadi soal apakah anda iklas atau tidak. Sebab kalau menunggu anda iklas
kelamaan bersedekah keburu ditutup . apanya yang ditutup ? ya usiamu to
!!!.Banyak orang bersedekah mesti tidak iklas karena dia berharap, jadi
bersedekah sambil berharap itu tidak dilarang.Buktinya banyak hartawan yang
dermawan menjadi semakin kaya.
Selanjutnya kita petik sebuah
janji dari Allah SWT yang berfirman : “ Perumpamaan orang-orang yang
menafkahkan hartanya dijalan Allah ( bersedekah ) adalah serupa dengan sebutir
biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu berisi seratus
biji. Dan Allah melipatkangandakan ( balasan ) bagi siapa yang dikehendaki-Nya
“
Bagaimana pula janji nabi
Muhammad SAW bersabda : “ Orang yang meniatkan suatu kebaikan namun tidak
mengamalkannya,maka Allah akan mencatat baginya satu pahala yang sempurna.
Orang yang meniatkan suatu kebaikan lalu mengamalkannya,maka Allah akan mencatat
baginya pahala sebanyak 10 sampai 700 kali lipat..
Sebenarnya anda belum bersedekah
saja sudah dibalas dan pasti dibalas. Ayo mulai saat ini disini,ditempat ini
kita semua berniat untuk sedekah itu lebih baik dan akan lebih baik lagi jika
benar-benar anda mengeluarkan sedekah dari dompet anda sekarang silahkan
dikumpulkan didepan. Ingat sekali lagi sedekah adalah investasi yang tiba
waktunya investasi anda akan berlipat ganda anda dapatkan. Yakinlah !!!
Bersedekah itu identik dengan member pinjman yang baik kepada Allah, tentulah
Allah akan segera mengembalikan karena Allah tidak mungkin berhutang.
Adasebuah cerita seorang bapak
memberikan uang kepada anaknya si Abang sebesar Rp 100.000,- sambil berpesan
kamu kasih adikmu sebagian. Berapakah sebagian
dari Rp 100.000,- Hayo siapa yang bisa jawab ?? Sebagian kecil ( 5 – 10
% ). Sebagian ( 20 -40 % ), setengah ( 50% ), sebagian besar ( 60-90% ).
Bukankah kitab suci berulangkali menganjurkan kita bersedekah sebagian dari
harta kita ? Bukankah nabi bersedekah sebagian dari hartanya? Sudahkan anda bersedkah sebagaian ???
Bersedekah itu diistilahkan “ menafkahkan harta “ atau “ membelanjakan harta “.
Tapi kenapa orang kita mengganti istilah menjadi “ menyisihkan harta “ ,
makanya sedekahnya jadi sedikit. Jika anda bersedekah sedikit balasanya juga
sedikit. Perlu dicatat bersedekah kecil atau besar bukan soal jumlah rupiahnya,
tapi soal persentasi pendapatnya, tiap orang berbeda.Jadi perlu diingat (
dicamkan )lagunya Rhoma Irama “ yang kaya makin kaya yang miskin makin
miskin “, bersedekah bukan hanya kewajiban orang kaya. Kenapa orang
kaya bertambah kayak karena mau bersedekah. Jadi orang miskin juga bersedekah
kalu mau kaya. Apa anda tidak capek jadi orang miskin??? Sudah miskin harta ,
miskin hati lagi. Wake up !!! Ayo bangun ! Ayo bangkit ! Kita perangi
kemiskinan dengan hanya satu senjata dengan peluru “ sedekah “.
Malaikatpun bisa diatur dengan
sedekah, ada sebuah cerita di jaman nabi Ibrahim yang diberitahu oleh malaikat
maut bahwa seorang pemuda akan meninggal keesokan harinya. Ya itulah takdirnya.
Tapi ternyata keesokan harinya si pemuda masih hidup dan sampai usia 70 th, ada
apa gerangan ? Ternyata kata malaikat maut kepada nabi Ibrahim “ memang aku
hendak mencabut nyawanya, namun malam itu ia menyedekahkan setengah hartanya.
Lalu Allahpun mengubah takdirnya dan memanjangkan umurnya. Kejadian seperti ini
pernah ada di jaman nabi Muhammad, dikisahkan seorang tukang kayu akan dipatuk
ular dan ditakdirkan meninggal.Ternyata pada hari itu dia tidak jadi dipatuk
ular dan tidak meninggal , karena diperjalanan mencari kayu dihutan dia
menyedekahkan makanan miliknya satu-satunya kepada peminta-minta yang
kelaparan.
Ditinjau dari sisi ilmiah tentang
bersedekah, seorang pakar yang bernama Dr. Stephen Post menyimpulkan dengan
lugas dan tegas didalam bukunya, bahwa “ sifat dermawan itu menyehatkan dan
memanjangkan umurnya, bahkan dua kali lebih menyehatkan dari pada aspirin “.
Belum lagi dari hormone endorphin. Konon setiap pagi dua malaikat berseru, yang
satu berseru “ Ya Tuhan, karuniakanlah balasan kepada orang yang bersedekah “.
Malaikat kedua berseru “ Musnahkanlah orang yang enggan bersedekah “ . Itu
artinya para malaikat berpegang teguh
pada prinsip, maju tak gentar, membela yang bayar maksudnya yang bersedekah….
Sebelum saya akhiri perlu saya
ingatkan kembali bahwa sedekah itu sunnah, zakat itu wajib. Banyak yang sudah
membayar zakat tapi zakat fitrah bukan zakat harta.Zakat itu proteksi sedangkan
sedekah itu investasi.
Perbanyaklah syukur bukan
perbanyak meminta. Perbanyak tawakal bukan perbanyak meminta. Perbanyak
istigfar bukan perbanyak meminta. Awali dengan memberi bukan meminta. Perbanyak
sedekah anda sukses dunia akherat.
SELAMAT MENENTUKAN SEBAB HIDUP ADALAH PILIHAN
Wassalamu ‘alikum wr.wb.
YAN DJOKO PIETONO

Tidak ada komentar:
Posting Komentar