Kamis, 30 Agustus 2012

MEMBENTUK GENERASI MUDA YANG BERKARAKTER DALAM BERBAGI SESUAI ISLAMI


Assalamu ‘alaikum wr.wb.
Alhandulillah, allhamdulillahi robbil alamin wassalatu wassalamu ala asyafirl ambiya” I’wal mursalin syaidina muhammadin waala alihi waasaashabihi wamau tabi ahim bi ihsanii illa yaumuddin amma ba’addu…
Puji syukur kita panjatkan kepada Allah SWT , atas rahmat dan karunianya kita semua pada hari ini masih diberi kesempatan untuk hadir disini didalam acara berbagi di bulan suci Ramadhan ini.Patut kita intropeksi diri sudah sejauhmana perjalanan hidup  yang telah kita lakukan , sudahkan berapa banyak amalan yang telah kita kumpulkan ?, sudah baik dan benarkah ibadah yang telah kita lakukan? Ataukah kita tersesat dijalan tidak semestinya? Ataukah kita masih didalam sebuah kegelapan ? dst
Ijinkan hari ini saya berbagi tentang apa yang saya tahu dan tidak bermaksud menggarami lautan karena saya tidak lebih pintar hanya member setitik warna semoga bermanfaat bagi kehidupan spiritual anda
Kali ini saya ingin mengajak para muslimin dan muslimat yang hadir disini , khususnya para Agent of Change ( generasi penerus bangsa ) para pelajar semua. Maaf sebelumnya Saya bukan memberi ceramah atau kutbah karena saya belum menjadi ustad dan insya Allah jika diberi kesempatan oleh Allah SWT  saya ingin menjadi ustad . Saya hanya ingin berbagi tentang apa yg saya bisa berikan yaitu tentang MEMBENTUK GENERASI MUDA YANG BERKARAKTER DALAM BERBAGI SESUAI ISLAMI.
Adik-adik pelajar semua mengaku beragama Islam ? Hanya mengaku atau sudah melakukan ? Jika  kalian semua hanya mengaku, maka kalian belum bisa didakwa tetapi kalau kalian sudah melakukan harus siap menanggung resikonya. Apa resikonya menjadi orang islam? Kalian wajib menjalankan apa yang sudah menjadi ketentuan didalam Al-quran dan hadist.Dan jika anda tidak menjalankan maka kalian akan dihukum. Alangkah sedih orang yang mengaku Islam dan lebih sedih lagi orang islam tidak pernah menjalan syariat islam alias islam KTP .
Nah bicara soal resiko dan rejeki, tahukan kalian semua:
Kata risk  ( resiko ) berasal dari kata rizki ( rejeki ),  maksudnya semakin beresiko ya semakin berejeki.Kalau tidak ada resikonya ya tidak ada rejekinya. Gak percaya ? ingin bukti ? Contoh : pekerjaan seorang OB ,resiko pekerjaannya sangat kecil maka gajinyapun kecil. Kalau GM resiko pekerjaannya besar maka gajinya juga besar. Ada diantara kalian yang namanya riski? Tolong ingatkan dia hidupnya penuh resiko ,namun mudah-mudahan juga penuh rejeki sesuai harapan orang tuanya memberi nama itu.
Sebenarnya resiko adalah ketidakpastian dan ketidakpastian sendiri adalah rahmat. Kok bisa? Mari kita kupas bersama :
·         Apabila sesuatu itu tidak pasti, apakah itu rejeki,jodoh dan maut, maka manusia akan optimal ikhtiar dan ibadahnya. Betulkan ?
·         Bayangkan jika rejeki anda sudah ketahuan, sudah pasti jumlahnya, apakah anda masih mau kerja? Apakah anda masih mau sholat dhuha?
·         Bayangkan jodoh anda sudah ketahuan, sudah pasti orangnya, apakah anda masih mau berusaha? Apakah anda masih mau sholat hajat ?
·         Bayangkan maut anda sudah ketahuan, sudah pasti tanggalnya, apakah anda masih mau berobat? Apakah anda masih mau sholat tahajut ?
·         Contoh kecil saja ketika anda naik pesawat dalam cuaca baik kalian pasti tidur-tiduran atau ngobrol santai tapi ketika cuaca tiba-tiba memburuk dan pesawat mulai berguncang, barulah anda komat kamit membaca doa,zikir dan shalawat. Kenapa ada musibah dulu kita baru berdoa,zikir dan shalawat ?
·         Jadi ketidakpastian itu adalah rahmat, dengan begitu orang optimal untuk berusaha dan beribadah.
Anda tahu dominasi otak kanan dan otak kiri cara kerjanya? Cara kerja otak kiri itu menyukai kepastian ( logika ), jadi tidak cocok dengan cara kerja rejeki. Sedang otak kanan menyukai ketidakpastian ( imajinatif ).ini cocok dengan cara kerjanya rejeki. Tahukan anda bahwa rejeki datangnya tidak disangka-sangka ( ketidakpastian ). Jadi rejeki yang ketidakpastian iitu rejekinya otak kanan, sedang rejekinya otak kiri yang sudah pasti. Walhasil otak kanan identik dengan kaya, dan otak kiri identik dengan miskin hehehe ( untuk lebih memahami otak kanan cobalah baca buku 13 wasiat terlarang: Dasyat dengan otak kanan karya Ippho Santosa ).
Apa tujuan hidup ini? Agar kita tidak salah arah kita harus ketahui tujuan hidup ini.Allah berfirman yang artinya “ Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah ( mengabdi ) kepada-KU,Aku tidak menghendaki rejeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-KU makan.Sesungguhnya Allah, Dialah Maha pemberi rejeki yang mempunyai kekuatan lagi sangat kokoh “ ( Q.S. Adz-Dzaariyaat {51} : 56 – 58. ) .
Ada sebuah cerita seorang Bule dari Amerika ketemu dengan orang Indonesia di pulau dewata, mereka ngobrol-ngobrol masalah gaji di Amerika dan Indonesia.
1.PILIH MANA IKHTIAR ATAU IBADAH ?
Selama ini ikhtiar dan ibadah sering diletakan cara terpisah, seolah-olah berlawan. Padahal sesungguhnya tidak begitu, justru ikhtiar dan ibadah adalah dua sisi koin keberuntungan. Karena didalam ikhtiar terdapat ibadah , didalam ibadah terdapat ikhtiar. Jadi dapat disimpulkan baha ikhtiar itu ibadah dan ibadah itu ikhtiar. Ada yang kurang paham ? Begini contohnya, anda bekerja dari pagi sampai sore, bahkan kadang lembur, jelas ini namanya ikhtiar. Namun apakah ini juga ibadah ? Iya asalkan niat anda bekerja adalah ibadah untuk  menafkahi keluarga,membahagiakan orang tua, member manfaat pd sesame, menjalankan peran khalifah dst. Anda saat ini belajar itu ikhtiar dan juga ibadah. Kalian belajar disekolah dan guru yang mengajar, lebih mulia mana antara yang belajar dan yang mengajar ?.Kedua-duanya mulia, namun belajar lebih mulia. Bukankah belajar itu diwajibkan dan mengajar itu Cuma dianjurkan.
Dua sisi koin keberuntungan  yaitu ikhtiar dan ibadah, seandainya keduanya berputar sempurna dalam sehari semalam maka anda sudah melakukan ikhtiar 24 jam dan ibadah 24 jam, mantapkan? Sehubungan dengan ibadah ada teman saya bercanda, katanya kita sering salah kaprah, menganggap kalau hitam keningnya, pastilah banyak ibadahnya. Lha kalau Cuma begitu orang-orang NTT paling banyak ibadahnya, soalnya mereka bukan Cuma hitam keningnya tapi hitam seluruh badanya hehehe….
1.       KERJA SEKIAN MENIT  LANGSUNG DIBAYAR.
Kita harus tahu kekuatan ibadah seperti sedekah, sholat dhuha dan sholat tahajjud.Bisa memudahkan rejeki,melapangkan waktu dan memelihara kesehatan.
Mari kita kupas tentang kerja dibayar dan ibadah juga dibayar. Contoh:   Ada seorang Bos Properti meminta pekerja ( kontraktor ) untuk  kerja dari pagi sampai sore ,sebagai imbalan atas waktu kerja produktif maka Bos akan mengganti dengan uang. Itu artinya waktu produktif anda dibayar dengan uang sebagai imbalan kerja.Begitu pula jika anda melakukan sholat dhuha sekian menit saja, itu berarti anda telah menghabiskan waktu produktif anda untuk menghadap-NYA, maka Allah pun akan mengganti waktu yang anda luangkan tersebut dengan imbalan tidak tangggung-tanggung keberuntungan. Gak percaya ? Buktikan !!. Inilah janji Allah : “ Wahai anak Adam, rukuklah karena Aku diawal siang ( sholat dhuha ), niscaya Aku akan mencukupi engkau disiang hari “. Bukankah dhuha adalah waktu dan waktu adalah uang.  Jadi sholat dhuha itu sholat rejeki dan doa setelah sholat dhuha adalah doa rejeki.
2.       KERJA SEKIAN MENIT DIBAYAR LEBIH BESAR.
Mengambil contoh seperti diatas , kali ini si Bos property meminta pekerja ( kontraktor ) untuk kerja lembur sampai pagi. Maka Bos akan mengganti waktu istirahat pekerja dengan sejumlah uang kali uang yang diterima pekerja lebih besar karena overtime/ lembur. Kalau si Bos property saja mau mengganti waktu istirahat untuk kerja lembur, apalagi Allah SWT. Jika anda mau melakukan sholat tahajjud , dimana waktu istirahat anda gunakan untuk ibadah maka Allahpun akan member imbalan yang lebih besar. Tidak percaya lagi ? Buktikan !!!
Ini ada sebuah cerita seorang teman sedang menghadapi banyak masalah baik dikantornya maupun keluarganya, apa yang dia lakukan ketika masalah datang, dia sholat tahajud, kemuudian masalahpun hilang. Ketika masalah datang lagi, diapun sholat tahajud lagi, masalahpun hilang lagi, Akhirnya dia lakukan rutin sholat tahajud ,ternyata masalah tidak berani datang lagi, alhandulillah katanya hamper-hampir  tidak ada masalah yang berarti. Karena dia sudah berhasil sering datang di pegadaianya Allah : “ menyelesaikan masalah tanpa masalah “.
Sejenak mari kita bandingkan ibadah nabi dengan ibadah kita, mungkin berbeda sedikit saja. Anda nggak percaya ?
·         Nabi itu sedikit-sedikit beribadah, kalau kita sedikit ibadahnya.
·         Nabi itu sedikit-sedikit bersedekah, kalau kita sedikit sedekahnya.
·         Nabi itu sedikit-sedikit sholat sunnah, kalau kita sedikit sholat sunnahnya.
·         Nabi itu sedikit tidurnya, kalau kita sedikit-sedikit tidur.
·         Nabi itu sedikit makannya,kalau kita sedikit-sedikit makan.
·         Nah mudah-mudahan kita bisa mengejjar perbedaan yang sedikit itu.

4.CARA TERBAIK MEMBELI IMPIAN
Ada sebuah cerita khayalan tentang Nyong di Kupang yang mendadak kaya, sehingga orang-orang pada penasaran bertanya apa rahasianya ? Gimana nyong kamu bisa mendadak kaya ? Apa rahasianya, bagi-bagi rahasianya dong. Si Nyong merasa tersanjung dan dia mulai menceritakan yaitu ada tiga hal yang saya lakukan, hal pertama aku bekerja keras, hal kedua aku menjaga integritas dan hal ketiga aku menikahi janda kaya….hahaha. Ternyata menjadi kaya adalah  harapan banyak orang, karena harapan adalah impian. Lalu bagaimana cara membeli impian adalah meningkatkan amal kebaikan, sedekah, sholat dhuha, sholat tahajud dan ikhtiar. Jadilah manusia level tiga, apa itu level tiga ?  manusia level satu : kalau lagi punya harapan,impian, hajat maka dia akan berusaha , hanya berusaha. Manusia level dua : berusaha dan berdoa, dan manusi level tiga : berusaha,berdoa dan beramal.
5.TIGA KEUTAMAAN DARI BERHARAP.
Jika anda bersedekah tanpa berharap anda memperoleh satu keutamaan, namanya keutamaan bersedekah. Tapi jika anda bersedekah dengan berharap maka anda akan mendapatkan tiga keutamaan yaitu  pertama : keutamaan bersedekah, kedua : keutamaan berharap ( karena berharap sama dengan meminta ) dan meminta sama dengan beribadah, beribadah itu berpahala. Ketiga: keutamaan iman.Ketika Allah menjanjikan sesuatu apakah itu kemudahan didunia maupun kemudahan di akherat, kemudian anda berharap ditepati janjinya tersebut bukan saja boleh tapi harus, karena itulah iman. Anda yakin akan janji-janji Allah. Ust. Yusuf mansyur mengatakan betapa menyenangkan dan menenangkan kalau kita berharap dalam beramal, bukan sekedar beramal.
Ada alkisah Arjuna naksir sama srikandi, terus arjuna curhat pada ustad. Lalu ustad menasehati agar arjuna membeli impiannya itu dengan meningkatkan sedekah,sholat dhuha,sholat tahajud. Tanpa banyak bicara arjuna nurut ternyata benar setelah 40 hari dia berhasil mempersunting srikandi. Pada malam pertama srikandi mengungkapkan : sebenarnya amat banyak nyong-nyong yang melamar beta ,kakak tapi hanya kamu yang beta terima. Arjunapun tidak mau kalah,: “ sama adik, amat banyak nona-nona yang telah beta lamar, tapi hanya kamu yang mau menerimanya “.
6.BERHARAP ITU BAGIAN DARI IMAN.
Jika kita merasa takut akan azab yang akan diberikan oleh Allah, tentunya kita berharap dengan beribadah untuk menghindarinya.Jika berharap kepada Allah dan balasan-Nya berupa kemudahan didunia dan di akherat, maka kita akan meningkatkan ibadah karena tanpa berharap tidak akan meningkatkan ibadah.Jika kita cinta kepada Allah, maka kita akan melakuakan ibadah yang terbaik. Nabipun berharap kepada Allah. Orang-orang yang kurang berharap kepada Allah,akhirnya cenderung menaruh harap berlebihan kepada dirinya sendiri atau orang lain.Menjadikan manusia men-Tuhan-kan manusia , masya allah.
7. ALLAH MENDIDIK KITA UNTUK BERHARAP.
Allah berfirman yang artinya :  wahai anak adam, bersungguh-sungguhlah engkau beribadah kepada-Ku.Niscaya Aku akan memenuhi dada engkau dengan kecukupan dan aAku akan menanggung kefakiran engkau. Bilamana engkau tidak melakukannya, maka Aku akan memenuhi dada engkau dengan kesibukan dan Aku tidak akan menanggung kefakiran engkau.” Itu artinya dengan ibadah yang sungguh-sungguh kita boleh berharap dicukupkan dan dijauhkan dari kefakiran. Allah mendidik kita untuk berharap dengan adanya kemudahan dan kesulitan, pahala dan dosa , surge dan neraka. Nabi Muhammad  bersabda : “ Sesungguhnya pahala ( ganjaran ) eengkau sesuai dengan kadar kepayahan dan nafkah engkau “.
Beberapa wasiat nabi Muhammad SAW bersabda : “ Belilah kesulitanmu dengan sedekah “. Artinya melalui sedekah kita berharap kesulitan yang kita hadapi didapat dilalui. “ Obatilah penyakitmu dengan sedekah “ artinya melalui sedekah kita berharap penyakit dapat terobati. “ Perbanyaklah sedekah sebab sedekah dapat memanjangkan umur “ artinya melalui sedekah boleh berharap panjang umur. “ Bersegeralah sedekah sebab bala tidak pernah mendahului sedekah “ artinya melalui sedekah kita berharap terhindar dari bala.” Pancinglah rejeki dengan sedekah “ artinya melalui sedekah berharap mendatangkan rejeki.
8.BERHARAP TIDAK DILARANG.
Perlu digaris bawahi bahwa tidak ada dalil yang melarang kita berharap kepada Allah. Sebaliknya malah menyuruh kita untuk berharap kepada Allah. Ini namanya berniaga dengan Allah dan berniaga untuk Allah.
Jika kita berharap balasan dunia,maka kita akan mendapatkan balasan dunia.Jika kita berharap balasan dunia dan akherat maka kita akan mendapatkan balasan dunia dan akherat.Sebaik-baiknya berharap adalah berharap kepada Allah, karena Allah akan memurkai orang yang tidak berharap pada-Nya. Mulai sekarang  jangan berharap kepada makluh, rubah mindset anda semua adanya atas kehendak Allah SWT. Setiap ana menemui kesulitan apapun jangan sekali-sekali berharap kepada makluh, tapi berharaplah kepada Allah yang Maha Berkehendak.
9. ALLAH AKAN MEMBALAS SEMUA APA YANG KITA LAKUKAN.
Suatu saat seorang ulama pernah bersikeras , “ sedekah itu pasti dibalas bahkan dilipatgandakan, itu pasti ! nggak pake insya allah “. Semua pasti terperanjat . Apa penjelasannya , karena Allah berjanji akan membalas sedekah kita tanpa syarat. Sedangkan janji adalah hutang,jadi tidak mungkin Allah berhutang, ingkar,mangkir sopasti ditepati janjinya, bukankah Allah itu Maha Menepati dan Maha Membalas. Dapat disimpulkan bahawa hukum sedekah itu lebih pasti dari pada hukum gravitasi.Karena hukum gravitasi tidak pernah dijanjikan dikitab suci. Logikanya kalau manusia berjanji hendaklah mengucapkan insya allah, kalau Allah yang berjanji sesuatu pasti. Jadi mulai sekarang sedekahlah pasti dibalas dan dilipatgandakan, tidak jadi soal apakah anda iklas atau tidak. Sebab kalau menunggu anda iklas kelamaan bersedekah keburu ditutup . apanya yang ditutup ? ya usiamu to !!!.Banyak orang bersedekah mesti tidak iklas karena dia berharap, jadi bersedekah sambil berharap itu tidak dilarang.Buktinya banyak hartawan yang dermawan menjadi semakin kaya.
Selanjutnya kita petik sebuah janji dari Allah SWT yang berfirman : “ Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya dijalan Allah ( bersedekah ) adalah serupa dengan sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada tiap-tiap tangkai itu berisi seratus biji. Dan Allah melipatkangandakan ( balasan ) bagi siapa yang dikehendaki-Nya “
Bagaimana pula janji nabi Muhammad SAW bersabda : “ Orang yang meniatkan suatu kebaikan namun tidak mengamalkannya,maka Allah akan mencatat baginya satu pahala yang sempurna. Orang yang meniatkan suatu kebaikan lalu mengamalkannya,maka Allah akan mencatat baginya pahala sebanyak 10 sampai 700 kali lipat..
Sebenarnya anda belum bersedekah saja sudah dibalas dan pasti dibalas. Ayo mulai saat ini disini,ditempat ini kita semua berniat untuk sedekah itu lebih baik dan akan lebih baik lagi jika benar-benar anda mengeluarkan sedekah dari dompet anda sekarang silahkan dikumpulkan didepan. Ingat sekali lagi sedekah adalah investasi yang tiba waktunya investasi anda akan berlipat ganda anda dapatkan. Yakinlah !!! Bersedekah itu identik dengan member pinjman yang baik kepada Allah, tentulah Allah akan segera mengembalikan karena Allah tidak mungkin berhutang.
Adasebuah cerita seorang bapak memberikan uang kepada anaknya si Abang sebesar Rp 100.000,- sambil berpesan kamu kasih adikmu sebagian. Berapakah sebagian  dari Rp 100.000,- Hayo siapa yang bisa jawab ?? Sebagian kecil ( 5 – 10 % ). Sebagian ( 20 -40 % ), setengah ( 50% ), sebagian besar ( 60-90% ). Bukankah kitab suci berulangkali menganjurkan kita bersedekah sebagian dari harta kita ? Bukankah nabi bersedekah sebagian dari hartanya?  Sudahkan anda bersedkah sebagaian ??? Bersedekah itu diistilahkan “ menafkahkan harta “ atau “ membelanjakan harta “. Tapi kenapa orang kita mengganti istilah menjadi “ menyisihkan harta “ , makanya sedekahnya jadi sedikit. Jika anda bersedekah sedikit balasanya juga sedikit. Perlu dicatat bersedekah kecil atau besar bukan soal jumlah rupiahnya, tapi soal persentasi pendapatnya, tiap orang berbeda.Jadi perlu diingat ( dicamkan )lagunya Rhoma Irama “ yang kaya makin kaya yang miskin makin miskin “, bersedekah bukan hanya kewajiban orang kaya. Kenapa orang kaya bertambah kayak karena mau bersedekah. Jadi orang miskin juga bersedekah kalu mau kaya. Apa anda tidak capek jadi orang miskin??? Sudah miskin harta , miskin hati lagi. Wake up !!! Ayo bangun ! Ayo bangkit ! Kita perangi kemiskinan dengan hanya satu senjata dengan peluru “ sedekah “.
Malaikatpun bisa diatur dengan sedekah, ada sebuah cerita di jaman nabi Ibrahim yang diberitahu oleh malaikat maut bahwa seorang pemuda akan meninggal keesokan harinya. Ya itulah takdirnya. Tapi ternyata keesokan harinya si pemuda masih hidup dan sampai usia 70 th, ada apa gerangan ? Ternyata kata malaikat maut kepada nabi Ibrahim “ memang aku hendak mencabut nyawanya, namun malam itu ia menyedekahkan setengah hartanya. Lalu Allahpun mengubah takdirnya dan memanjangkan umurnya. Kejadian seperti ini pernah ada di jaman nabi Muhammad, dikisahkan seorang tukang kayu akan dipatuk ular dan ditakdirkan meninggal.Ternyata pada hari itu dia tidak jadi dipatuk ular dan tidak meninggal , karena diperjalanan mencari kayu dihutan dia menyedekahkan makanan miliknya satu-satunya kepada peminta-minta yang kelaparan.
Ditinjau dari sisi ilmiah tentang bersedekah, seorang pakar yang bernama Dr. Stephen Post menyimpulkan dengan lugas dan tegas didalam bukunya, bahwa “ sifat dermawan itu menyehatkan dan memanjangkan umurnya, bahkan dua kali lebih menyehatkan dari pada aspirin “. Belum lagi dari hormone endorphin. Konon setiap pagi dua malaikat berseru, yang satu berseru “ Ya Tuhan, karuniakanlah balasan kepada orang yang bersedekah “. Malaikat kedua berseru “ Musnahkanlah orang yang enggan bersedekah “ . Itu artinya para malaikat  berpegang teguh pada prinsip, maju tak gentar, membela yang bayar maksudnya yang bersedekah….
Sebelum saya akhiri perlu saya ingatkan kembali bahwa sedekah itu sunnah, zakat itu wajib. Banyak yang sudah membayar zakat tapi zakat fitrah bukan zakat harta.Zakat itu proteksi sedangkan sedekah itu investasi.
Perbanyaklah syukur bukan perbanyak meminta. Perbanyak tawakal bukan perbanyak meminta. Perbanyak istigfar bukan perbanyak meminta. Awali dengan memberi bukan meminta. Perbanyak sedekah anda sukses dunia akherat.
SELAMAT MENENTUKAN SEBAB HIDUP ADALAH PILIHAN
Wassalamu ‘alikum wr.wb.
YAN DJOKO PIETONO

              

Tidak ada komentar: